Pendapatan Surya Esa Perkasa (ESSA) Kuartal I-2022 Melesat 132 Persen Jadi Rp2,3 Triliun

01 Juni 2022 18:10 WIB

Penulis: Debrinata Rizky

Editor: Ananda Astri Dianka

Surya Esa Perkasa (ESSA) Catatkan Pendapatan Naik Hingga 132% Pada Kuartal I-2022

JAKARTA – Emiten energi dan kimia PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA) mencatat pendapatan sebesar US$159 juta atau setara dengan Rp2,3 triliun (asumsi kurs Rp14.349 per dolar Amerika Serikat) pada kuartal I-2022. Angka ini naik sebesar 132% dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Melansir dari laporan keuangan ESSA di laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa, 31 Mei 2022, jika di rinci bisnis amoniak menyumbangkan sebanyak 92% total pendapatan pada kuartal I-2022. Dengan menyumbang angka menjadi US$145 juta di kuartal I-2022. Sementara, dari periode yang sama di tahun sebelumnya hanya US$58 juta.

Sedangkan untuk bisnis LPG menjadi penyumbang terbesar

 kedua sebesar 8% dari total pendapatan. Tentunya ikut naik dari kuartal I-2022, diangka US$12,5 juta dari sebelumnya US$9 juta di 2021.

Perusahaan yang bergerak di bidang energi dan kimia melalui kilang minyak Liquefied Petroleum Gas (LPG) dan pabrik amoniak ini. Mencatatkan laba bersih yang fantastis naik hingga 387% atau sebesar US$29 juta pada kuartal I-2022.

“Harga Amoniak & LPG yang lebih tinggi di kuartal tersebut ditambah dengan keunggulan operasional menyebabkan kinerja Kuartal I-2022 yang kuat,” kata Presiden Direktur ESSA, Vinod Laroya dalam keterangan tertulisnya dikutip pada 31 Maret 2022.

Adapun laba bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik signifikan dari sebelumnya US$ 6,4 juta di kuartal I 2021 menjadi US$ 25,91 juta.

Di sisi operasional, ESSA merealisasikan harga realisasi Amoniak berada di US$815 per MT pada Kuartal I-2022, hal ini meningkat signifikan sebesar 173% dibandingkan dengan Kuartal I-2021. Sementara harga realisasi LPG berada pada US$ 798/ per MT pada Kuartal I-2022 atau 37% lebih tinggi dibandingkan Kuartal I-2021.

Surya Esa Perkasa, membukukan beban penjualan pada kuartal I-2022 naik menjadi US$92.8 juta atau 92% dari periode sebelumnya, yaitu sebesar US$48 juta.

Hingga periode yang berakhir pada 31 Maret 2022, total aset yang dimiliki ESSA mencapai US$855 juta hal ini terpantau ikut naik dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar US$809 juta atau naik sebanyak 5,6%.

Kedepannya ESSA akan menuju pemulihan ekonomi dan fokus dengan keunggulan operasional demi pertumbuhan yang berkelanjutan.

Berita Terkait