Pendapatan PTPP Turun Jadi Rp6,45 Triliun, Tapi Laba Melesat 309,5 Persen

31 Agustus 2021 17:35 WIB

Penulis: Aprilia Ciptaning

Editor: Laila Ramdhini

BUMN Karya PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP) raih penghargaan MURI / Dok. PTPP

JAKARTA - Emiten konstruksi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP) mencatat pendapatan sebesar Rp6,45 triliun sepanjang semester I-2021.

Pendapatan tersebut turun tipis 4,3% year-on-year (yoy) dibandingkan dengan semester I-2020 yang sebesar Rp6,74 triliun.

Adapun rinciannya, jasa kontruksi menyumbang paling besar, yakni Rp4,8 triliun. Selain itu, pendapatan perseroan juga disumbang oleh EPC (Engineering, Procurenment-Construction) Rp661 miliar, properti, dan realti Rp678 miliar.

Kemudian, persewaan perlatan Rp52,4 miliar, pracetak Rp121 miliar, energi Rp60 miliar, serta pendapatan keuangan atas konstruksi aset keuangan konsesi Rp36 miliar. 

Di sisi lain, perseroan berhasil menekan beban pokok pendapatan menjadi minus Rp5,6 triliun, dari sebelumnya minus Rp6 triliun per semester I-2020.

Menariknya, kendati pendapatan PTPP turun, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk melesat hingga 309,5% yoy. Jumlahnya terungkit dari Rp21 miliar per semester I-2020 menjadi Rp86 miliar sepanjang semester I-2021.

Adapun total liabilitas perseroan tercatat naik menjadi Rp41,2 triliun, dari akhir tahun lalu sebesar Rp39,4 triliun. Begitu pun dengan total ekuitas yang naik tipis menjadi Rp14,1 triliun, dari sebelumnya Rp14 triliun per Desember 2020.

Perseroan per Juni 2021 membukukan kas dan setara kas sebesar Rp5,4 triliun, turun dari Rp7,5 triliun per akhir tahun lalu. Kendati demikian, total aset PTPP masih bisa tumbuh menjadi Rp55,3 triliun, dari Rp53,4 triliun per akhir tahun lalu.

Raih penghargaan MURI

Sebagai informasi, belum lama ini PTPP berhasil meraih lima penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

Direktur Utama PTPP Novel Arsyad mengatakan rekor tersebut diraih dari pembangunan tiga proyek yang dikerjakan bertepatan dengan hari jadi ke-68 perusahaan.

"Di hari jadi perusahaan yang menginjak usia ke-68 tahun banyak pencapaian-pencapaian besar yang sudah kami torehkan,” kata dia dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu, 28 Agustus 2021.

Dikatakan Novel, Proyek Yogyakarta International Airport di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta berhasil meraih 1 kategori Piagam Penghargaan MURI dengan kategori Bandara Pertama yang Memperoleh Sertifikat Greenship.

Selanjutnya, Proyek Renovasi Gedung Kitawaya menjadi tempat Rujukan Penanganan COVID-19 di Provinsi Sulawesi Utara meraih 1 kategori Piagam Penghargaan MURI dengan kategori Alih Fungsi Gedung Sebaguna menjadi RS COVID-19 Tercepat.

Proyek ketiga, yaitu Proyek Renovasi Venue Utama dan Lapangan Latihan Piala Dunia U-20 di Provinsi Bali yang meraih 3 Piagam Penghargan MURI dengan kategori Penanaman Rumput Zoysia Matrella di Lapangan Sepak bola secara Serentak di Lokasi Terbanyak dalam 1 Provinsi.

Kemudian, Stadion Pertama dengan Penerangan 2.400 Lux Menggunakan Lampu Pencahayaan Tinggi dengan Tiang Tunggal (Single Pole High Mast) Tinggi 48 meter, dan Pemasangan 5.000 Kursi Tercepat di Tribun Stadion

Sebagai pionir, katanya, perseroan telah membangun banyak karya bersejarah dan monumental di Indonesia, sebut saja hotel pertama di Indonesia yaitu Hotel Indonesia.

Lalu, jembatan cable-stayed pertama di Indonesia yaitu Jembatan Barelang yang menjadi ikon Kota Batam dan Yogyakarta International Airport sebagai Bandara dengan pembangunan tercepat.

Kemudian, Terminal Peti Kemas Kalibaru sebagai Pelabuhan dengan kapasitas terbesar di Indonesia, serta serangkaian karya prestisius lainnya.

Seluruh karya ini lahir dari generasi ke generasi, lahir dari tangan Insan andalan dan anak-anak muda PTPP yang saat ini juga mendominasi komposisi Insan PP sebesar 64%. Hingga kini, tercatat 1424 inovasi, 129 teknologi dan 11 inovasi berhasil dipatenkan oleh Insan PP.

Berita Terkait