Pendapatan Melonjak 35,1 Persen, Mitra Adiperkasa Berbalik Laba Rp271,71 Miliar

02 Agustus 2021 16:42 WIB

Penulis: Reza Pahlevi

Editor: Amirudin Zuhri

SOGO Kelapa Gading, salah satu ritel department store di bawah PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI). Foto: sogo.co.id (Sogo.co.id)

JAKARTA – Emiten ritel, PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), berhasil mencatatkan kinerja gemilang pada semester I-2021. Hal ini terlihat dari tumbuhnya pendapatan MAPI yang membuat perusahaan tersebut berbalik laba.

Mengutip laporan keuangan interim MAPI di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin, 2 Agustus, 2021, pendapatan bersih MAPI tercatat melonjak 35,1% menjadi Rp9,13 triliun pada semester I-2021. Pada periode yang sama tahun lalu, pendapatan MAPI tercatat sebesar Rp6,82 triliun.

Pendapatan tersebut terdiri dari penjualan ritel dan grosir sebesar Rp8,67 triliun, meningkat 35,04% dari sebelumnya Rp6,42 triliun. Lalu, komisi penjualan konsinyasi tercatat Rp372,68 miliar, pendapatan sewa dan jasa pemeliharaan Rp40,64 miliar, dan lain-lain Rp48,4 miliar.

Sementara itu, beban pokok penjualan dan beban langsung tercatat membengkak 34,3% menjadi Rp5,24 triliun. Pada periode yang sama tahun lalu, pos beban ini tercatat sebesar Rp3,9 triliun.

MAPI pun mencatatkan laba kotor sebesar Rp3,89 triliun, meningkat 33,2% dari catatan semester I-2020 yang sebesar Rp2,92 triliun.

Akhirnya, MAPI pun berhasil mencatatkan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp271,71 miliar. Catatan ini berbanding terbalik dengan semester I-2020 yang mencetak rugi Rp407,94 miliar.

Laba per saham dasar pun tercatat sebesar Rp16 per saham, berbanding terbalik dengan periode yang sama tahun lalu yang rugi Rp25 per saham.

Terdapat penurunan kas dan setara kas sebesar Rp694,48 miliar sepanjang enam bulan pertama 2021. Ini membuat posisi kas akhir periode MAPI tercatat Rp2,11 triliun, turun dari posisi kas awal tahun Rp2,79 triliun.

Aset MAPI tercatat sebesar Rp17,49 triliun, turun tipis dari posisi akhir 2020 sebesar Rp17,65 triliun. Aset lancar tercatat sebesar Rp8,49 triliun dan aset tidak lancar tercatat Rp9 triliun.

Liabilitas perusahaan tercatat menjadi Rp10,6 triliun pada semester I-2021, turun tipis dari Rp11,15 triliun pada akhir 2020. Liabilitas jangka pendek tercatat Rp6,81 triliun dan jangka panjang Rp3,79 triliun. Ekuitas sendiri tercatat Rp6,89 triliun, meningkat dari Rp6,5 triliun.

Berita Terkait