Pendapatan Melesat 88,4 Persen, Prodia Kantongi Cuan Rp301 Miliar di Semester Pertama 2021

04 Agustus 2021 15:47 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Editor: Amirudin Zuhri

Suasana gedung Health Care Prodia Tower di Jalan Kramat Raya, Senen, Jakarta, Jum'at, 16 Juli 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia (trenasia.com)

JAKARTA – PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) sukses mencatat kinerja yang memuaskan sepanjang semester I-2021. Pendapatan yang melesat tajam, membuat perseroan berbalik untung pada paruh pertama tahun ini. 

Berdasarkan laporan keuangan semester pertama 2021, PRDA membukukan pertumbuhan pendapatan bersih pada semester I-2021 sebesar 88,4% year-on-year (yoy) menjadi Rp1,24 triliun dari Rp657,29 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Hal ini membuat perseroan mencetak laba bersih Rp301,02 miliar pada periode enam bulan pertama 2021. Angka tersebut berbanding terbalik dari semester awal 2020, di mana perseroan membukukan rugi bersih Rp12,10 miliar.

Pada semester pertama 2021, perseroan telah melayani lebih dari 8 juta pemeriksaan kesehatan yang terdiri dari tes genomik, tes rutin, tes COVID-19, dan lain-lain. Kenaikan pendapatan bersih pada periode ini ditopang oleh kontribusi pendapatan dari masing-masing segmen pelanggan. 

Segmen pelanggan individu dan rujukan dokter menyumbang sebesar 68,19% kepada pendapatan perseroan. Sedangkan, kontribusi segmen referensi pihak ketiga dan klien korporasi sebesar 31,81% terhadap pendapatan PRDA. 

Sementara itu, pendapatan tes esoterik juga mengalami pertumbuhan 214,9% menjadi sebesar Rp 485,01 miliar seiiring dengan meningkatnya jumlah permintaan tes esoterik pada semester I-2021 menjadi sekitar 1 juta tes. 

Mengantisipasi Ketidakpastian

Direktur Utama Prodia, Dewi Muliaty, mengatakan bahwa pencapaian Prodia sepanjang enam bulan pertama pada tahun 2021 ini mencerminkan upaya manajemen dalam mengantisipasi ketidakpastian pasar secara internal maupun dalam merespons kebutuhan pelanggan. 

“Saat ini, kami memiliki posisi keuangan yang kuat dan terus berupaya untuk menghasilkan pendapatan dan laba yang solid sehingga kami dapat terus memberikan imbal hasil yang tinggi bagi pemegang saham dan nilai tambah berkelanjutan bagi pemangku kepentingan kami,” jelas Dewi di Jakarta, 4 Agustus 2021.

Margin laba bersih dan margin EBITDA masing-masing mengalami peningkatan menjadi sebesar 24,3% dan 35,9%. Perseroan berhasil membukukan rasio lancar sebesar 663,1% dan rasio cepat sebesar 638,4%.

Rasio keuangan ini juga mencerminkan neraca perseroan yang juga semakin menguat. Total aset PRDA pada semester I-2021 tercatat meningkat menjadi Rp2,4 triliun dibandingkan tahun sebelumnya. Aset lancar menjadi Rp 1,49 triliun dan Aset non lancar menjadi Rp 898,79 miliar. 

Sedangkan, total liabilitas meningkat menjadi Rp 462,94 miliar. Adapun liabilitas jangka pendek mencapai Rp 224,75 miliar dan liabilitas jangka panjang menjadi Rp 238,18 miliar. Total Ekuitas naik menjadi sebesar Rp 1,93 triliun dibandingkan tahun 2020 yang mencapai Rp 1,78 triliun. 

Dari sisi arus kas, Perseroan berhasil mempertahankan arus kas bersih dari aktivitas operasi dalam posisi surplus di semester pertama 2021 menjadi sebesar Rp378,20 miliar atau meroket hingga 188,98% dibandingkan periode yang sama tahun 2020. 

Peningkatan akun arus kas bersih dari aktivitas operasi ini terutamanya disebabkan oleh penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp1,2 triliun. Dengan tingkat posisi kas dan setara kas sebesar Rp473,29 miliar, perseroan memiliki posisi keuangan yang terbilang cukup baik untuk mendukung bisnisnya ke depan.

Berita Terkait