Pendapatan Delta Dunia (DOID) Milik Grup Northstar Naik, Tapi Rugi Makin Dalam

15 November 2021 18:15 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Editor: Rizky C. Septania

Pendapatan Delta Dunia (DOID) Milik Grup Northstar Naik, Tapi Rugi Makin Dalam

JAKARTA – Emiten tambang batu bara Grup Northstar milik Patrick Waluyo, PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) melaporkan kinerja keuangan pada kuartal III-2021. Kendati pendapatan bertumbuh, perseroan justru mencatat kerugian yang semakin dalam.

Berdasarkan laporan keuangannya, perseroan membukukan pendapatan sebesar US$596,74 juta atau setara Rp8,52 triliun (kurs yang ditetapkan Rp14.285 per dolar AS) pada kuartal III-2021. 

Angka ini melonjak 20,76% year-on-year (yoy) dibandingkan dengan realisasi pendapatan pada periode yang sama tahun sebelumnya, yakni sebanyak US$494,18 juta atau senilai Rp7,06 triliun.

Nyatanya, peningkatan pendapatan tak mampu membawa perseroan memperoleh cuan. Rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk justru meroket 335,94% yoy dari US$3,69 juta atau Rp52,77 miliar menjadi US$16,10 juta atau Rp230,03 miliar.

Hal ini diperkirakan oleh menebalnya beban pokok pendatapan DOID sebanyak 19,48% yoy menjadi US$515,67 juta pada akhir September 2021 dari periode yang sama sebelumnya, US$431,60 juta.

Beban usaha serta beban keuangan kompak naik masing-masing sebanyak 79,34% dan 22,89%. Sementara itu, beban lain-lain menipis dari US$14,06 juta menjadi hanya US$10,98 juta.

Pada kesempatan yang sama, total liabilitas perseroan kian menggunung dari US$710,72 juta menjadi US$1,14 miliar per 30 September 2021. Sedangkan, jumlah ekuitas turun secara tahunan menjadi US$248,10 juta dari sebelumnya US$263,73 juta.

Kas dan setara kas melesat secara signifikan menjadi US$356,73 juta dari US$112 juta pada triwulan III-2020. Dengan begitu, total keseluruhan aset yang dimiliki DOID pada periode sembilan bulan pertama tahun ini naik menjadi US$1,39 miliar dari periode yang sama tahun lalu, US$974,45 juta.

Di lantai bursa, saham DOID menunjukkan pergerakan negatif sejak awal perdagangan dan ditutup koreksi 2,67% ke level harga Rp292 per lembar pada akhir perdagangan Senin, 15 November 2021. Adapun kapitalisasi pasar perseroan saat ini sebesar Rp2,52 triliun.

Berita Terkait