Pendapatan dan Laba Bersih Adaro Energy Kompak Susut pada Q3

JAKARTA – Emiten pertambangan PT Adaro Energy Tbk membukukan lesunya pendapatan dan laba bersih pada kuartal III-2020 maisng-masing sebesar 26% dan 73,06% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Mengutip laporan keuangan konsolidasian hingga September 2020, Selasa, 3 November 2020, pendapatan perusahaan bersandi ADRO kontraksi 26% menjadi US$1,95 miliar dari sebelumnya US$2,65.

Penurunan pendapatan juga diikuti oleh anjloknya laba bersih perseoran sebesar 73,06% menjadi US$109,37 juta. Padahal, hingga September 2019, ADRO mampu mencetak laba bersih hingga US$405,99 juta.

Amblesnya kinerja ADRO disebabkan oleh penurunan produksi batu bara sebanyak 7% mencapai 41,10 juta ton pada kuartal III-2020. Setali tiga uang, volume penjualan batu bara perseoran juga turun 9% menjadi 40,76 juta ton.

Presiden Direktur dan Chief Executive Officer, Garibaldi Thohir mengatakan turunnya permintaan merupakan akibat dari perlambatan pertumbuhan ekonomi dan minat beli yang lemah di negaranegara pengimpor utama telah berdampak terhadap harga batu bara global.

“Meskipun disiplin terhadap suplai telah mulai dilakukan, kami perkirakan bahwa pemulihan pasar akan membutuhkan waktu yang lebih lama,” kata dia dalam pernyataan resmi, Selasa 3 November 2020.

Hingga September 2020, total aset yang mencapai US$6,471 juta setara dengan penurunan 11% dari periode yang sama tahun lalu. Aset lancar turun 18% menjadi US$1.731 juta, sementara aset non lancar turun 17% menjadi AS$4.740 juta.

Liabilitas ADRO terekam turun 20,12% menjadi US$2,58 juta dari sebelumnya US$3,23 juta. Di sisi lain, tingkat ekuitas turun 2,51% menjadi US$3,88 juta dari posisi sebelumnya US$3,98 juta.

Adapun saldo kas dan setara kas pada akhir periode mencapai US$1,18 juta, naik dari posisi 30 September 2020 senilai US$1 juta.

Tags:
ADROHeadlinelaporan keungan ADROPT Adaro Energy TbkPublic Expose Live 2020
Ananda Astri Dianka

Ananda Astri Dianka

Lihat Semua Artikel ›

%d blogger menyukai ini: