Kinerja ASII: Pendapatan Naik Jadi Rp107 Triliun, Laba Bersih Malah Anjlok 22 Persen

30 Juli 2021 21:34 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Editor: Laila Ramdhini

Menara Astra milik PT Astra Internasional Tbk. / Astra.co.id

JAKARTA – PT Astra International Tbk (ASII) mencatat pertumbuhan pendapatan sepanjang semester I-2021. Di sisi lain, laba bersih perseroan malah mengalami penurunan yang cukup dalam.

Melalui laporan keuangan interim perseroan, ASII membukukan pendapatan bersih sebanyak Rp107,39 triliun. Angka tersebut naik sekitar 19,6% year-on-year (yoy) dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, Rp89,79 triliun.

Pertumbuhan pendapatan perseroan nyatanya tak sejalan dengan perolehan laba pada paruh pertama tahun ini. Laba bersih ASII justru anjlok sekitar 22,4% yoy dari Rp11,38 triliun menjadi hanya Rp8,83 triliun. 

Segmen usaha otomotif masih menjadi penyumbang utama pendapatan perseroan dengan nilai mencapai Rp43,61 triliun. Disusul oleh segmen usaha alat berat dan energi dengan kontribusi sebanyak Rp37,31 triliun.

Di sisi lain, segmen usaha pada sektor finansial dan keuangan turut menyumbang Rp12,21 triliun terhadap total pendapatan ASII. Sedangkan sisanya, secara akumulasi disumbangkan oleh segmen usaha agribisnis, infrastruktur, teknologi, dan properti.

Total liabilitas perseroan pada semester pertama 2021 naik sekitar 5,2% yoy menjadi Rp150,20 triliun dari Rp142,75 triliun. Sementara itu, ekuitas turut terungkit 4,5% dari Rp195,45 triliun pada semester I-2020 menjadi Rp204,27 triliun di periode yang sama tahun ini.

Kas dan setara kas ASII menebal menjadi Rp58,17 triliun dari Rp47,55 triliun pada periode enam bulan pertama tahun lalu. Adapun total aset perseroan tak banyak mengalami perubahan, yakni senilai Rp205,92 triliun pada semester I-2021 dari periode yang sama tahun lalu, Rp205,90 triliun. 

Berita Terkait