Pemerintah Harap Desa Wisata Sungai Batang di Sumbar Ungkit Ekonomi Lokal

29 Agustus 2021 22:01 WIB

Penulis: Daniel Deha

Editor: Sukirno

Menteri Parekraf Sandiaga Uno (Kemenparekraf)

JAKARTA -- Pemerintah melalui Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) berharap Desa Wisata Sungai Batang di Kabupaten Agam, Sumatra Barat, bisa mengungkit kinerja ekonomi setempat.

Hal itu disampaikan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno ketika melakukan visitasi ke Desa Wisata Sungai Batang pada 27 Agustus 2021 lalu.

Pada kesempatan itu, Sandi optimistis dengan masuknya Desa Wisata Sungai Batang dalam nominasi 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021, potensi desa itu segera membangkitkan pariwisata dan ekonomi kreatif yang luar biasa.

"Ini adalah penghargaan bagi Kabupaten Agam dan juga Desa Wisata Sungai Batang karena tembus dari total 75.000 desa lebih desa di Indonesia, menjadi 50 desa wisata terbaik. Sungai Batang menjadi bagian dari desa wisata Indonesia Bangkit," ujar Sandi dikutip dari keterangan resmi, Minggu, 29 Agustus 2021.

ADWI 2021 merupakan ajang pemberian penghargaan kepada desa-desa wisata yang memiliki prestasi dengan kriteria-kriteria penilaian dari Kemenparekraf.

Event ini bertujuan menjadikan desa wisata sebagai destinasi pariwisata berkelas dunia dan berdaya saing tinggi.

Desa Wisata Sungai Batang dianggap mampu menjadi daya ungkit kebangkitan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di wilayah itu sehingga masuk 50 besar.

Menurut Sandi, dengan masuknya Wisata Sungai Batang di Kabupaten Agam ke dalam daftar 50 besar ADWI 2021 diharapkan akan memberikan dampak pada pengembangan ekonomi masyarakat yang berkeadilan.

"Kami ingin memberikan apresiasi kepada semua yang ada di sini yang sudah menjadikan tempat ini tempat yang berkah dan mudah-mudahan pascapandemi menjadi tujuan wisata tujuan nusantara maupun mancanegara," katanya.

Kaya Wisata Sejarah dan Religi

Menparekraf Sandiaga Uno harap Desa Wisata Sungai Batang di Sumbar ungkit ekonomi lokal / Kemenparekraf

Desa Wisata Sungai Batang terletak di sekitar Danau Maninjau dan memiliki konsep wisata alam dan budaya. Sebagai tempat kelahiran dari tokoh agama, Buya Hamka, Desa Wisata Sungai Batang terasa kental dengan wisata sejarah dan religi yang potensial.

Situs makam Syekh Muhammad Amrullah, ulama besar sekaligus kakek dari Buya Hamka, menjadi tempat wisata religi yang ditawarkan. Selain itu museum Buya Hamka juga menjadi daya tarik wisata yang sering dikunjungi oleh turis asing.

Tidak hanya itu, Desa Sungai Batang juga memiliki potensi alam dengan panorama Danau Maninjau yang begitu memanjakan mata bagi para pelancong.

Berada di dekat persawahan, dengan air yang tenang dan di sana wisatawan juga dapat melihat burung bangau beterbangan. Selain tempat wisata, terdapat homestay dengan desain bangunan khas Minang.

Di Danau Maninjau juga terdapat ikan endemik yang bisa diolah menjadi berbagai macam makanan dan menjadi salah satu suvenir kuliner khas Desa Sungai Batang.

Ikan ini kecil dan berwarna putih kekuningan. Oleh warga setempat disebut dengan Rinuak.

Sandi mengatakan akan melakukan revitalisasi Danau Maninjau agar bisa menjadi destinasi pariwisata berkelanjutan dan berkualitas. Kawasan Danau Maninjau dinilai sangat penting karena sudah masuk dalam kawasan strategis pariwisata nasional sehingga dapat menunjang potensi pariwisata wilayah sekitar.

Namun, kata dia, salah satu persoalan yang sedang dihadapi Danau Maninjau adalah sedimentasi yang tinggi akibat banyaknya Keramba Jaring Apung (KJA) yang belum tertata sesuai dengan daya dukung dan daya tampung danau.

"Kami dapat tugas dari Kemenkomarves untuk menata Danau Maninjau seperti kita menata Danau Toba. Berangkat dari pengalaman itu, kita tentunya harus mengutamakan kearifan lokal, kita ajak tokoh-tokoh daerah, tokoh agama, Ketua DPRD, bupati dan wakil bupati, tokoh ulama besar, juga UMKM," kata Sandi.*

Berita Terkait