Pemerintah Genjot Produksi Kendaraan Listrik Hingga 3 Juta Unit

April 16, 2021, 05:12 PM UTC

Penulis: Aprilia Ciptaning

Ilustrasi Sepeda Motor Listrik

JAKARTA – Pemerintah berupaya mendorong percepatan transformasi menuju green technology.

Produksi Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) pada 2020 pun ditargetkan mencapai 600.000 unit untuk roda empat atau lebih. Sementara untuk roda dua, jumlahnya ditargetkan sebesar 2,45 juta unit. Hingga total kendaraan yang ingin diproduksi mencapai lebih dari 3 juta unit.

Melalui penggunaan KBLBB, diharapkan bisa mengurangi emisi karbondioksida atau CO2 hingga 2,7 juta ton.

Kendati tidak dirinci, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan, saat ini terdapat tiga perusahaan industri dalam negeri yang memproduksi KBLBB roda empat atau lebih dengan kapasitas sebesar 1.680 unit per tahun.

Adapun untuk sepeda motor, sudah ada sebanyak 21 perusahaan industri dengan kapasitas produksi mencapai 1,04 juta unit per tahun.

Ia mengaku, pemerintah terus mendorong industrialisasi KBLBB lewat berbagai insentif fiskal dan nonfiskal.

Kebijakan tersebut di antaranya pembebasan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) sebesar 0%, pengenaan pajak daerah paling tinggi sebesar 10%, dan uang muka minimum 0%.

“Selain itu juga diberikan suku bunga ringan, diskon penyambungan daya listrik, dan pelat nomor khusus,” mengutip Agus dalam keterangan resmi, Jumat, 16 April 2021.

Perusahaan industri KBLBB, kata dia, dapat memanfaatkan berbagai insentif seperti tax holidaymini tax holidaytax allowance, pembebasan bea masuk, dan super tax deduction.

Diketahui, secara keseluruhan kinerja produksi kendaraan bermotor roda empat atau lebih pada periode Januari-Februari 2021 tercatat sebesar 152 ribu unit untuk penjualan wholesales.

”Hal ini berdampak positif bagi pemulihan sektor industri otomotif yang memiliki multiplier efect  bagi sektor industri lainnya. Harapannya, mampu mennaikkan perekonomian nasional,” ujarnya.