Skema KPBU, Pemerintah Garap Pelabuhan Anggrek Gorontalo Senilai Rp1,4 Triliun

01 Agustus 2021 11:41 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Editor: Sukirno

Kapal melintas didekat crane bongkar muat peti kemas di dermaga Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin, 11 Januari 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melakukan penandatanganan pembangunan proyek Pelabuhan Anggrek di Kabupaten Gorontalo Utara. Pembangunan Pelabuhan ini dilakukan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Nilai investasi proyek tersebut sebesar Rp1,4 triliun dengan biaya operasional mencapai Rp5,2 triliun yang akan berlangsung selama 30 tahun. Adapun besaran pendapatan konsesi 2,5% per tahun dari pendapatan kotor yang dapat dinaikkan secara progressif.

Terdapat beberapa ruang lingkup penyelenggaraan proyek KPBU tersebut, di antaranya penyediaan dermaga untuk peti kemas yang dapat mengakomodir kapal bertambat sebesar 30.000 DWT dan general cargo untuk dapat mengakomodir kapal sebesar 10.000 DWT, 

Kemudian, proyek tersebut juga meliputi kegiatan bongkar muat barang, peti kemas, curah dan Penyediaan dan pelayanan jasa terkait kepelabuhanan lainnya sesuai dengan penyelenggaraan proyek KPBU.

Pengembangan Pelabuhan Anggrek ini dianggap penting karena kapasitas operasional dermaga saat ini sudah melampaui standar kinerja pelabuhan. Di mana ukuran kapal kapal-kapal yang bersandar lebih besar dari kapasitas dermaga eksisting sehingga kurang optimal. 

Targetnya, keberadaan pelabuhan ini dapat mendukung konektivitas Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gopandang di Gorontalo, yang berfungsi sebagai penunjang kegiatan industri, perdagangan serta simpul distribusi, produksi, dan konsolidasi.

Pada 18 Juni 2021, Direktur Jenderal Perhubungan Laut selaku Penanggung Jawab Proyek Kerja Sama (PJPK), Agus H. Purnomo telah menetapkan sejumlah pihak dalam Konsorsium Anggrek Gorontalo International Terminal.

Pihak-pihak tersebut antara lain PT Gotrans Logistics International, PT Anugerah Jelajah Indonesia Logistic, PT Titian Labuan Anugrah, dan PT Hutama Karya (Persero) sebagai pemenang lelang proyek pembangunan Pelabuhan Anggrek.

Agus menilai Pelabuhan Anggrek memiliki daya tarik tersendiri bagi pihak swasta, mengingat potensi hinterland (pengembangan kawasan sekitar) yang mendukung. Saat ini, Pelabuhan Anggrek melayani kegiatan bongkar muat multipurpose.

“Faktor pendukungnya seperti berada di area perkembangan komoditas pertanian dan berada Kawasan Ekonomi Terpadu (KAPET) Gorontalo-Paguyaman-Anggrek-Kwandang (Gopandang),” ujarnya melalui keterangan resmi, Sabtu, 31 Juli 2021.

Pelabuhan ini terletak di utara Sulawesi yang memiliki konektivitas dengan negara timur jauh seperti Jepang, Korea, China, dan Hongkong. Dengan pengembangan Pelabuhan Anggrek ini, Kemenhub berharap dapat mengembangkan produktivitas sekaligus membuka lapangan pekerjaan.

Berita Terkait