Pemerintah dan DPR Sepakati Sejumlah Asumsi Makro Tahun 2023, Pertumbuhan Ekonomi Dipatok 5,9 Persen

03 Juli 2022 07:01 WIB

Penulis: Ismail Pohan

Editor: Yosi Winosa

Lanskap pemukiman dengan latar gedung bertingkat di Jakarta. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia (trenasia.com)

JAKARTA - Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat menyepakati sejumlah asumsi makro pada tahun 2023. Pertumbuhan ekonomi ditargetkan mencapai 5,3% sampai 5,9%. Tingkat inflasi tahun depan juga disepakati berada dalam kisaran 2% sampai 4%.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat disepakati sebesar Rp14.300 - Rp14.800 per US$. Tingkat suku bunga SUN 10 tahun disepakati di kisaran 7,34 persen - 9,16 persen.

Selain itu, di tengah kenaikan harga komoditas energi, Pemerintah dan DPR menyepakati harga minyak mentah sebesar US$90 - US$110 per barel. Lifting minyak bumi hasil kesepakatan sebesar 660 ribu barel sampai 680 ribu barel. Sedangkan untuk lifting gas bumi kesepakatan 1.050 -1.150 barel per hari.

Sebagaimana diketahui, ketidakpastian ekonomi global disebabkan perang Rusia-Ukraina yang masih berlangsung. Kenaikan harga komoditas energi dan pangan pun tak bisa dihindari. 

Momentum ini pun dimanfaatkan pemerintah untuk melakukan reformasi struktural dalam rangka mendorong transformasi ekonomi untuk peningkatan produktivitas ekonomi.

Berdasarkan kebijakan tersebut maka pokok kebijakan fiskal yang diambil antara lain penguatan kualitas SDM bidang pendidikan kesehatan dan perlindungan sosial, akselerasi pembangunan infrastruktur, pemantapan reformasi birokrasi, revitalisasi industri dan pembangunan ekonomi hijau. 

Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

Berita Terkait