Pemerintah Buka Keran Impor 1 Juta Ton Beras, Daging dan Gula

March 05, 2021, 11:31 AM UTC

Penulis: Reza Pahlevi

Kementerian Pertanian tengah mempersiapkan kerja sama pembukaan lahan pertanian atau cetak sawah seluas 600.000 hektare. / Facebook @kementanRI

JAKARTA – Pemerintah akan membuka keran impor beras sebesar 1-1,5 juta ton dalam waktu dekat. Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan langkah ini diambil untuk menjaga harga agar dapat terkendali.

Alasan lainnya adalah adanya bantuan sosial beras selama PPKM, antisipasi banjir dan dampak pandemi COVID-19.

“Komoditas pangan menjadi penting hingga salah satu yang penting adalah beras dengan stok 1-1,5 (juta ton),” ujar Menko dalam rapat kerja Kementerian Perdagangan, Kamis, 4 Maret 2021.

Indonesia akan mengimpor 500.000 ton beras untuk cadangan beras pemerintah (CBP) dan 500.000 ton sesuai dengan kebutuhan Badan Usaha Logistik (Bulog).

Bulog sendiri ditarget menyerap gabah sebanyak 900.000 ton saat panen raya Maret-Mei 2021 dan 500.000 ton pada Juni-September 2021.

Impor Daging

Selain beras, Menko juga menyebut pemerintah sedang mengamankan stok daging sapi dan gula.

“Kemudian pengadaan daging dan penyediaan gula, baik untuk konsumsi maupun untuk industri. Di mana menghadapi lebaran ini menjadi catatan agar ketersedian dan harga betul-betul tersedia untuk masyarakat,” katanya.

Untuk daging sapi, pemerintah telah mengimpor 80.000 ton daging kerbau India dan 20.000 ton daging sapi dari Brazil. Selain itu, pemerintah juga mendorong penyerapan sapi siap potong di perternak. Terakhir, pemerintah berusaha mempercepat realisasi impor oleh pelaku usaha.

Sementara itu, kebijakan penyediaan gula meliputi impor gula untuk konsumsi dalam bentuk raw sugar dan impor kebutuhan gula kristal rafinasi (GKR) untuk industri. Impor penggantian gula eks impor yang diekspor dan impor sebesar 150,000 ton GKP melalui penugasan BUMN untuk mengantisipasi Hari Besar Keagamaan dan Nasional (HBKN).

Sebelumnya, Kemendag menjamin Kementerian Perdagangan (Kemendag) menjamin ketersediaan beras nasional akan aman. Hal ini didasarkan dari kenaikan produksi beras pada tahun 2020 yang mengalami kenaikan sebanyak 21.500 ton.

“Penemuan BPS (Badan Pusat Statistik) mengindikasikan bahwa panen tahun ini akan lebih baik daripada tahun-tahun lalu. Jumlahnya naik walau tidak banyak, dari 31,31 juta ton menjadi 31,33 juta ton,” ujar Mendag Muhammad Lutfi.

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso menyatakan Bulog menargetkan serapan beras minimal 1,45 juta ton di tahun ini. Saat ini, Budi Waseso mencatat ada stok 950.000 ton beras di Bulog. Angka tersebut lebih banyak 150.000 dari kebutuhan cadangan beras pemerintah dalam setahun.