Pemerintah Alokasikan Rp28,2 Triliun untuk Program KPR FLPP Tahun Depan

23 Agustus 2021 21:15 WIB

Penulis: Aprilia Ciptaning

Editor: Laila Ramdhini

Suasana rumah subsidi di kawasan Citereup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin, 23 Agustus 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia (trenasia.com)

JAKARTA – Pemerintah akan mengalokasikan dana Rp28,2 triliun untuk penyaluran 200.000 unit Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) pada 2022.

Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian PUPR Herry Trisaputra Zuna mengatakan penyaluran FLPP ini untuk meningkatkan rasio kredit pemilikan rumah (KPR) dari saat ini 2,9% menjadi 4% pada tahun 2024. Target ini tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024

"Kalau kita mengacu kepada negara tetangga, banyak yang rasionya sudah di angka dua digit," tuturnya, dalam keterangan resmi yang dikutip Senin, 23 Agustus 2021.

Ketentuan untuk mendapat subsidi FLPP, meliputi kepemilikan rumah tapak atau rumah susun, suku bunga 5%, masa subsidi 20 tahun, serta subsidi bantuan uang muka (SBUM) Rp4 juta, uang muka 1%.

Penyaluran FLPP 2021

Berdasarkan data per 18 Agustus 2021, realisasi penyaluran FLPP sendiri mencapai 115.355 unit. Jumlah tersebut kurang lebih sebesar 73,24% dari target tahun ini, yakni sebanyak157.500 unit.

Sebelumnya, Direktur Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Arief Sabaruddin mengungkapkan, pihaknya optimistis penyaluran ini bisa mencapai target pada Oktober mendatang.

Dari data dasbor management control PPDPP, tercatat pengguna baru terdaftar di Sistem Informasi KPR Subsidi Perumahan (SiKasep) ada 193.898 pada tahun ini.

Jumlah tersebut membuat total pengguna SiKasep menjadi 521.797 pengguna sejak 2019. Pada 2019, pengguna tercatat ada 1.584 dan pada 2020 pengguna tercatat sebanyak 326.315.

Data FLPP yang lolos uji data dalam periode yang sama mencapai 10.910 calon debitur. Sementara itu, pengguna telah mengajukan proses pengajuan dana FLPP sebanyak 909 calon debitur dan total yang telah menerima dana FLPP per periode yang sama  sebanyak 96.614 debitur.

Dalam penyaluran FLPP, PPDPP bekerja sama dengan 40 bank pelaksana. “Saat ini, kami terus berkoordinasi dengan bank pelaksana untuk meningkatkan penyaluran,” ujarnya.

Adapun mengajukan permohonan subsidi FLPP, masyarakat dapat mengunduh aplikasi SiKasep  melalui PlayStore. Pemohon akan terhubung secara daring dengan pemerintah, bank pelaksana, dan pengembang dengan menggunakan sistem host to host.

Sementara untuk proses verifikasi pengguna, SiKasep terhubung langsung ke Kementerian Dalam Negeri, sekaligus terkoneksi dengan data FLPP yang dikelola oleh BLU PPDPP sehingga diharapkan subsidi bisa tepat sasaran. 

Berita Terkait