Pembiayaan Perumahan Syariah Menggeliat di Era Pandemi COVID-19

JAKARTA – Kinerja perbankan syariah terus menunjukkan pertumbuhan positif. Bisnis properti terutama pembiayaan perumahan menjadi salah satu sektor yang mengambil peranan besar dari pertumbuhan tersebut.

Kepala Divisi Syariah PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) Alex Sofyan Noor mengatakan pasar properti khususnya kaum milenial (usia 22-35 tahun) sangat menjanjikan meski dalam masa pandemi COVID-19.

“Dari segmented market (segmentasi pasar) properti, ternyata untuk milenial mendominasi sampai 72 persen,” kata Alex dalam webinar Real Estate Indonesia (REI) bertajuk Perbankan Syariah untuk Properti, Rabu, 30 September 2020.

Menurutnya, persentase itu menunjukkan pembiayaan syariah properti di BTN ditopang oleh pasar milenial. Hal ini menjadi peluang sekaligus tantangan bagi perbankan syariah maupun developer. Perlu adanya terobosan digitalisasi untuk mampu melayani kaum milenial.

Dalam penjelasannya, Unit Usaha Syariah (UUS) BTN mampu menyumbang share mencapai 10%. Angka tersebut di atas rata-rata industri yang hanya sebesar 6%. “Saya menilai ini (perbankan syariah) bukan suatu alternatif lagi. Ini suatu pilihan, perbankan syariah untuk pembiayaan perumahan,” sebut Alex.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), total pembiayaan pembiayaan bank syariah tercatat mencapai Rp367,02 triliun per Juni 2020. Jumlah itu meningkat 10,18% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp333,08 triliun.

Sejalan dengan ini, Direktur Bisnis Ritel PT BRISyariah Tbk (BRIS) mengaku membukukan pertumbuhan pembiayaan sebesar 59,88% pada Juni 2020 (year on year/yoy). Pertumbuhan itu ditopang oleh pembiayaan segmen ritel dan kredit pemilikan rumah (KPR).

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perusahaan (DPP) REI Totok Lusida menyebutkan saat ini pembiayaan perumahan berbasis syariah bukan hanya diminati oleh umat Muslim saja, melainkan juga masyarakat non-Muslim.

“Perekonomian atau perbankan syariah sangat dibutuhkan masyarakat. Angsuran syariah dianggap lebih stabil dan pasti untuk perencanaan keuangan para end user yang ada di properti,” ungkap Totok.

Untuk itu, Totok mengatakan asosiasi pengembang properti itu pun akan terus mendorong pengembangan pembiayaan perumahan berbasis syariah di Indonesia.

Tags:
BBTNBRISPembiayaan perumahan syariahPerbankan syariahPropertiPT Bank Tabungan Negara (Persero) TbkPT BRISyariah TbkRealestat IndonesiaReiUnit Usaha Syariah BTN
wahyudatun nisa

wahyudatun nisa

Lihat Semua Artikel ›

%d blogger menyukai ini: