Pembangunan Jembatan Ogan Sumsel Ditarget Rampung Januari 2022

Progres pembangunan insfrastruktur jembatan Ogan, Sumatra Selatan yang menghubungkan Seksi I tol Kayu Agung–Palembang (Kramasan)–Betung telah mencapai 98%.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono bersama Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) memastikan pembangunan tersebut dapat mendukung kelancaran pergerakan orang dan barang atau logistik.

“Tidak hanya untuk mendukung pergerakan orang, tetapi juga meningkatkan pelayanan logistik. Kami harap pembangunan tol ini dapat selesai pada Januari 2022,” ujar Basuki dalam siaran tertulis di Jakarta, Sabtu, 2 Mei 2020.

Menurutnya, tol yang dibangun mulai dari jembatan Ogan ini dapat memicu geliat ekonomi wilayah. Ia mencontohkan, petani mangga di Pasuruan yang bisa menghitung waktu penangangkutan komoditas.

“Sehingga saat dijual di toko, buah masih segar dengan kualitas yang lebih baik. Begitu pula dengan harga jualnya,” kata Basuki.

Sebagai informasi, jembatan Ogan dibangun dengan metode cast insitu balance cantilever dengan panjang 1,6 kilometer dan lebar bentang utama 385 meter. Sementara itu, clearance horizontal 185 meter dan clearance vertikal 16,5 meter.

Untuk nilai investasi, sebesar Rp1,2 triliun dikeluarkan oleh PT Waskita Sriwijaya Tol dengan waktu pelaksanaan yang dimulai sejak 1 Juni 2016.

Diungkapkan pengerjaan jalan tol ini telah dilakukan sesuai protokol kesehatan, seperti menjaga jarak fisik, menggunakan masker, dan menghindari kerumunan.

Sementara itu, meski pembangunan belum 100% selesai, untuk jalur Tol Trans Sumatra Seksi I Kayu Agung – Palembang (Jakabaring) sepanjang 33 kilometer dikatakan telah beroperasi tanpa tarif sejak April 2020. (SKO)

Tags:
Basuki Hadimuljonoinfrastrukturjalan tolJembatan OganKementerian PUPRSumatra SelatanTol Trans Sumatra
Aprilia Ciptaning

Aprilia Ciptaning

Lihat Semua Artikel ›

%d blogger menyukai ini: