Jalan Bypass Bandara Lombok ke Kawasan Pariwisata Mandalika Rampung September 2021

04 Agustus 2021 14:44 WIB

Penulis: Aprilia Ciptaning

Editor: Laila Ramdhini

Pembangunan Sirkuit Mandalika yang akan dipakai sebagai seri penutup WSBK 2021. Foto: Instagram @motogpmandalika

JAKARTA - Pembangunan Jalan Bypass Bandara Internasional Lombok (BIL) - Kawasan Pariwisata Mandalika di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat telah mencapai progres 81,17%.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan proyek ini dapat diselesaikan pada September 2021. Akses infrastruktur ini akan mendukung acara Superbike pada pertengahan November 2021 dan MotoGP pada Maret 2022.

Jalan Bypass BIL dibangun sepanjang 17,36 kilometer (km) guna memperlancar konektivitas dari Bandara BIL ke kawasan wisata di Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Mandalika. Anggaran pembangunannya bersumber dari APBN 2020-2021 sebesar Rp814 miliar. 

Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR Hedy Rahadian menjelaskan jalan tersebut akan dilengkapi dengan 12 overpass, satu jembatan, dan tiga jembatan penyeberangan orang.

“Infrastruktur ini dibangun  untuk memperlancar arus lalu lintas dan memfasilitasi akses bagi warga sekitar,” ujar Hedy dalam keterangan tertulis, Rabu, 4 Agustus 2021. 

Menurutnya, keberadaan jalan Bypass mampu mengurangi waktu tempuh dari Bandara Internasional Lombok menuju kawasan Mandalika, dari yang semula 30 menit menjadi 15 menit. 

Ia menambahkan akses menuju DPSP Mandalika juga didukung oleh jalan nasional yang telah memenuhi standar. Ia menyebut di antaranya ruas jalan Tanak Awu-Sengkol sepanjang 5,03 km dan Sengkol-Kuta sepanjang 10,79 km. 

Keduanya dibangun dua lajur dan memiliki lebar standar. Selain itu, Sebagian jalan Sengkol-Kuta yang berada di kawasan DPSP Mandalika disebut telah dibangun empat lajur.

Sirkuit Mandalika sendiri masuk ke dalam kalender kompetisi balap WSBK 2021. Di dalam kalender tersebut, Mandalika diplot sebagai seri penutup kelas balap motor produksi massal tertinggi ini pada 12-14 November.

Tahun depan, sirkuit ini juga direncakan dapat digunakan untuk ajang balap motor kelas prototipe tertinggi di dunia, MotoGP. Selain MotoGP, sirkuit juga dipakai untuk balapan kelas di bawahnya, yaitu Moto2 dan Moto3. 

Berita Terkait