Pembangunan Capai 94 Persen, Menparekraf Klaim Penataan Sarana dan Prasarana di Pulau Komodo Sesuai Aspek Lingkungan

10 Agustus 2021 14:44 WIB

Penulis: Aprilia Ciptaning

Editor: Rizky C. Septania

Menparekraf Sandiaga Uno (Menparekraf Sandiaga Uno)

JAKARTA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mengeklaim, penataan sarana dan prasarana di zona pemanfaatan Taman Nasional (TN) Komodo akan disesuaikan dengan aspek keselamatan lingkungan.

“Akan disesuaikan dengan aspek lingkungan sehingga tidak menimbulkan dampak negatif terhadap Outstanding Universal Value (OUV) situs warisan alam dunia TN Komodo,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang dikutip Selasa, 10 Agustus 2021.

Menurutnya, tujuan dari pembangunan di TN Komodo, yakni untuk mengganti sarana dan prasarana yang sudah tidak layak. Insfrastruktur di sana akan diganti sesuai dengan standar internasional, mulai dari ranger camp, guide camp, researcher camp, plaza deck, resting post, elevated deck, hingga information center.

“Waktu saya berkunjung ke Taman Nasional Komodo, memang banyak fasilitas yang perlu diperbaiki karena berkaitan dengan keselamatan, kesehatan, dan keberlanjutan lingkungan,” katanya.

Sebelumnya, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) juga mengaku telah memastikan, pembangunan di Resort Loh Buaya Pulau Rinca TN Komodo tidak menimbulkan dampak negatif terhadap OUV situs warisan alam dunia TN Komodo. 

Hal ini didasarkan oleh hasil kajian penyempurnaan Environmental Impact Assessment (EIA) yang dilakukan bersama oleh lintas kementerian/lembaga. Menurutnya, pembangunan tersebut telah disesuaikan dengan kaidah-kaidah yang ditetapkan International Union for Conservation of Nature (IUCN).

Sebagai informasi, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) juga melaporkan, penataan proyek ini sudah mencapai 94,17%.

Penataannya terdiri dari, pembangunan Dermaga Loh Buaya, pengaman pantai, elevated deck, pusat informasi, serta pondok peneliti dan pemandu.

Berita Terkait