Pelatihan Prakerja Dilakukan Online dan Offline

JAKARTA — Setelah Kartu Prakerja resmi diluncurkan pada Jumat, 20 Maret 2020, pemerintah akan melakukan sosialisasi sehubungan dengan program tersebut. Sosialisasi rencananya dilakukan dalam dua minggu ke depan.

“Memang dua minggu pertama ini sosialisasi terlebih dahulu. Nanti di dalam website akan dijelaskan mulai pendaftarannya.” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Kantor Kementerian Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian), Jumat 20 Maret 2020.

Dalam program prakerja ini, pelatihan bagi para peserta akan diberikan secara daring dan luring.

“Khusus yang offline (luring), itu tahap awal di tiga kota. Itu di Kepri (Kepulauan Riau), Bali, Sulawesi Utara, dan Surabaya. Jadi, ini yang offline-nya. Kalau online (daring), itu sudah bisa national wide,” kata Airlangga.

Dia menambahkan, untuk sementara waktu, pelatihan luring akan dibatasi dengan maksimal 20 peserta dalam satu kelas. Hal ini berkaitan dengan pandemi covid-19 yang masih mengkhawatirkan.

Di samping itu, Airlangga lanjut menjelaskan pemerintah akan selalu melakukan evaluasi untuk program ini. Bahkan, tambahnya, peserta dapat turut terlibat untuk memberikan evaluasinya setelah mengikuti pelatihan.

“Dan pada saat selesai melakukan pelatihan itu diberi kesempatan untuk mengevaluasi dalam bentuk survei. Jadi, mekanisme pelatihan dan evaluasi sudah masuk ke dalam sistem sehingga kita bisa melihat efektivitas dari pelatihan upskilling tersebut,” katanya. (SKO)

Tags:
airlangga hartartoKartu PrakerjaKementerian Bidang PerekonomianPrakerja
%d blogger menyukai ini: