Pelaku Pasar Pertimbangkan Potensi Risiko Resesi AS, Nilai Kurs Rupiah Diprediksi Menguat Lagi Hari Ini

25 Januari 2023 12:01 WIB

Penulis: Idham Nur Indrajaya

Editor: Ananda Astri Dianka

Ilustrasi mata uang dolar AS dan rupiah. (TrenAsia/Ismail Pohan)

JAKARTA - Nilai kurs rupiah diprediksi melanjutkan penguatan saat pelaku pasar diasumsikan tengah menimbang-nimbang potensi resiko resesi Amerika Serikat (AS).

Menurut data perdagangan Bloomberg, Rabu, 25 Januari 2023, nilai kurs rupiah dibuka melemah 38 poin di posisi Rp14.925 per-dolar AS.

Pada perdagangan sebelumnya, Selasa, 24 Januari 2023, nilai kurs rupiah ditutup menguat 187 poin di level Rp14.887 per-dolar AS.

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, dolar AS tengah bergerak ke posisi terendah dalam sembilan bulan terakhir karena para pelaku pasar tengah mencermati potensi risiko AS dan arah kebijakan bank sentral The Federal Reserve (The Fed).

Walaupun pejabat The Fed mengeluarkan komentar hawkish yang isinya kurang-lebih menyatakan bahwa pihaknya masih berpeluang untuk mengerek suku bunga dengan tinggi, namun pasar memprediksi kenaikan Fed Fund Rate akan lebih rendah di awal tahun ini.

"Pedagang pasar uang hanya melihat dua kenaikan suku bunga seperempat poin oleh The Fed dengan puncak sekitar 5% pada bulan Juni dengan dua pemotongan dua perempat poin menyusul sebelum akhir tahun," ujar Ibrahim dikutip dari riset harian, Rabu, 25 Januari 2023.

Selain itu, faktor yang dinilai Ibrahim dapat mendorong penguatan rupiah lebih lanjut adalah pemulihan ekonomi Indonesia yang merata untuk seluruh sektor.

Ibrahim mengatakan, produk domestik bruto (PDB) untuk tahun 2022 diperkirakan akan mengindikasikan pertumbuhan 5,2-5,3%, lebih tinggi dibanding ekspekstasi pertumbuhan ekonomi dunia sebesar 1,7%.

Menurut Ibrahim, untuk perdagangan hari ini, nilai kurs rupiah berpotensi menguat di rentang Rp14.860-Rp15.940 per-dolar AS. 

Berita Terkait