Pekerja Kembali Ke Kantor, Saham Zoom Malah Anjlok

02 September 2021 08:00 WIB

Penulis: Rizky C. Septania

Ilustrasi zoom

JAKARTA - Saham Zoom Video Communications Inc (ZM.O) jatuh hampir 17% pada hari Selasa. Jatuhnya nilai saham Zoom terjadi setelah perusahaan konferensi video itu mengisyaratkan penurunan permintaan yang lebih cepat dari perkiraan.

Selain itu, penurunan harga saham juga didorong dari pertanyaan sejumah analis memgenai rencana masa depan perusahaan konferensi video tersebut ketika orang-orang kembali ke kantor.

Setidaknya enam broker memangkas target harga mereka di Zoom, menurut data Refinitiv, saham Zoom akan turun menjadi yang paling bearish dengan penurunan harga   lebih dari US$100 atau kisaran Rp1.430.000 (asumsi kurs Rp14.300 per dollar AS).

Saham perusahaan juga ditutup melemah secara signifikan dalam sembilan bulan terakhir pda Selasa, 2 September 2021 yakni pada angka $289 atau sekitar Rp4.115.000 pada hari Selasa.

Sebelumnya, saham perusahaan menguat ke level tertinggi sejak Februari tahun lalu, dengan valuasinya menyentuh $175 miliar atau kisaran Rp2,4 kudriliun pada bulan Oktober. 

Analis mengatakan perlu beberapa kuartal bagi Zoom untuk kembali ke tingkat pertumbuhan dasarnya yang sebenarnya.

"Ada pertanyaan signifikan yang beredar mengenai bagaimana permintaan pelanggan baru dan tingkat churn pelanggan akan stabil dalam bisnis inti setelah pelonggaran pembatasan COVID-19," tulis analis di Daiwa Capital dalam sebuah catatan.

Seperti diketahui, Zoom dan layanan konferensi video lainnya seperti Cisco (CSCO.O) , Microsoft (MSFT.O) Teams dan Salesforce (CRM.N) Slack meraup jutaan pengguna baru karena selam pandemi berlangsung. Sebav, keberadaan pandemi memaksa orang untuk bekerja, belajar, dan berkomunikasi dengan teman dan keluarga dari jarak jauh.

Dengan mengurangi pembatasan pandemi, Zoom perlu menemukan jalan baru untuk pertumbuhan. Perusahaan bahkan telah menggelontorkan dana US$14,7 miliar atau setara Rp209,3 triliun (asumsi kurs Rp14.300 per dollar AS) untuk mengakuisisi perusahaan komputansi awan,  Five9.

Adapun akuisisi yg dilakukan pada bulan Juli ini dilakukan untuk meningkatkan bisnis pusat kontaknya. 

Sebagai tambahan informasi, Zoom memperkirakan pendapatan kuartal saat ini antara US$ 1,015 miliar atau sekitar Rp14,4 kuadriliun  pada hari Senin. Angka ini naik kisara kenaikan sekitar 31%, dibandingkan dengan tingkat pertumbuhan berlipat ganda pada tahun 2020.

Berita Terkait