Pefindo Naikkan Peringkat BRI Multifinance Jadi idAA

19 Juli 2021 16:29 WIB

Penulis: Ananda Astri Dianka

Editor: Amirudin Zuhri

Gedung Bank Rakyat Indonesia (BRI) di kawasan Sudirman, Jakarta. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia (trenasia.com)

JAKARTA – PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menaikkan peringkat PT BRI Multifinance Indonesia (BRIF) dan MTN I Tahun 2019 menjadi idAA dengan outlook stabil dari semula dari idAA-.

Peringkat tersebut mencerminkan dukungan yang lebih tinggi dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebagai pemegang saham pengendali, permodalan dan fleksibilitas keuangan yang kuat.

“Kami percaya bahwa sejalan dengan misinya untuk menjadi sebagai penyedia solusi jasa keuangan terintegrasi dan terkemuka, BBRI akan melanjutkan strategi memperkuat kinerja BRIF,” tulis Pefindo, dikutip Senin 19 Juli 2021. 

Untuk mengakomodasi ekspansi bisnis dan khususnya pada saat dibutuhkan, Pefindo berpandangan Bank BRI juga harus menyediakan modal dan pendanaan yang lebih kuat.

Pefindo meyakini, perusahaan bisa menjadi penyedia jasa keuangan yang terintegrasi dan terkemuka. Kemudian melanjutkan strategi untuk memperkuat kinerja serta menjadi pintu gerbang tunggal penyedia jasa pembiayaan kendaraan bermotor, dengan menyediakan jaringan, infrastruktur, dan praktik pengelolaan risiko. 

Strategi ini akan memperkuat posisi perusahaan di industri pembiayaan dalam jangka pendek sampai menengah, dan akan meningkatkan kontribusi serta peran penting perusahaan bagi grup Bank BRI

Obligor dengan peringkat idAA memiliki sedikit perbedaan dengan peringkat tertinggi dan memiliki kemampuan yang sangat kuat untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjangnya dibandingkan obligor lain di Indonesia. 

Sayangnya, peringkat tersebut dibatasi oleh profitabilitas yang di bawah rata-rata dan kualitas aset yang cukup. Peringkat tersebut dapat dinaikkan jika dukungan Bank BRI naik dan didorong oleh kontribusi yang lebih besar dari BRI Multifinance.  

"Peringkat tersebut juga dapat berada di bawah tekanan jika perusahaan mengalami penurunan kinerja keuangan yang signifikan, dan induk tidak memberikan bantuan segera," jelasnya. 

Pefindo memperkirakan, perusahaan dapat mengendalikan dampak COVID-19. Dengan mempertimbangkan keunggulan kompetitif perusahaan yang kuat dengan Bank BRI sebagai induk dan pendanaan yang stabil.  

Berita Terkait