Pasarnow Peroleh Pendanaan Rp47,03 Miliar dari East Ventures dan Sejumlah Investor

07 September 2021 20:06 WIB

Penulis: Daniel Deha

Editor: Amirudin Zuhri

Produk bahan makanan yang tersedia di platform Pasarnow. (East Ventures.)

JAKARTA - Startup Pasarnow mengumumkan telah mendapatkan pendanaan awal sebesar US$3,3 juta setara Rp47,03 miliar. Putaran investasi ini dipimpin oleh East Ventures yang berkolaborasi dengan SMDV, Skystar Capital, Amand Ventures, Prasetia Dwidharma, dan beberapa investor lainnya.

CEO dan Co-founder Pasarnow, James Rijanto Selasa 7 September 2021 mengatakan, pendanaan ini akan digunakan untuk memperluas cakupan regional dan memperkuat kemampuan dalam rantai pasokan bahan makanan dan solusiakhir untuk menjadi platform e-groceries multi-saluran pertama di Indonesia.

Dana tersebut juga akan digunakan untuk memperluas wilayah operasi di lebih banyak kota baru, merekrut talenta kunci, meningkatkan infrastruktur data dan teknologinya serta mengembangkan gudang mikro yang disebut Frontline Mini Hubs (FMH), sebagai pelengkap dari 10 hub saat ini di Jabodetabek.

FMH tersebut dirancang untuk memungkinkan pengiriman instan dan memberikan solusi produk segar terbaik kepada pelanggan.

"Putaran pendanaan ini memungkinkan kami untuk melayani lebih banyak pelanggan dan lebih meningkatkan kemampuan teknologi kami," ujar James dalam keterangan pers yang diterima Selasa, 7 September 2021.

Dengan peluang besar yang didorong oleh pergeseran perilaku pelanggan ke belanja bahan makanan online karena pandemi COVID-19, Pasarnow telah dapat memperluas operasinya ke kota-kota lain, menghasilkan 400% peningkatan pesanan B2C, dan menggandakan pendapatannya setiap bulan.

Saat ini, Pasarnow beroperasi di Jabodetabek dan Bandung, dengan lebih dari 100 karyawan tetap dan 200 pekerja harian serta mitra pengemudi.

Pasarnow berfokus pada merampingkan rantai pasokan produk segar Indonesia yang rumit dan berlapis serta memberikan produk makanan berkualitas terbaik kepada pelanggannya melalui platform multi-kanal.

Tantangan Industri Grosir

Sementara itu, Co-founder dan Managing Partner East Ventures Willson Cuaca mengatakan, perubahan perilaku belanja konsumen akibat pandemi COVID-19 telah membawa tantangan lain di industri grosir. 

Pelanggan menuntut produk segar dan berkualitas tinggi setiap hari di tengah rantai pasokan bahan makanan yang kompleks. 

"Pasarnow hadir untuk mengatasi tantangan tersebut, menghilangkan inefisiensi dalam proses melalui model bisnis berbasis data. Dengan pertumbuhan yang kuat pada tahun lalu, kami percaya bahwa tim Pasarnow dapat mempercepat pengembangan kapasitas dan meningkatkan bisnis mereka," katanya.

Pasarnow menerapkan sistem pemesanan multi-saluran dalam satu aplikasi seluler yang memberikan pengalaman pelanggan yang unik berdasarkan segmentasi saluran berupa skema B2B dan B2C.

Setiap saluran memiliki serangkaian harga, promosi, dan fitur utama yang berbeda untuk memenuhi kebutuhan spesifik pelanggan.

Dibentuk pada 2019, Pasarnow mengumpulkan semua pesanan dan mengembangkan sistem prakiraan permintaan yang membantu 1.000+ petani dan pemasoknya untuk merencanakan dan mengoptimalkan jadwal panen dan pengiriman mereka dengan lebih baik.

Dengan demikian memungkinkan Pasarnow untuk menawarkan produk segar dan berkualitas tinggi pada perdagangan yang adil. penetapan harga kepada pelanggan dan meminimalkan pemborosan.*

Berita Terkait