Partisipasi Lansia dalam Vaksinasi Nasional Rendah, Menkes: Masih Banyak yang Takut

April 19, 2021, 03:46 PM UTC

Penulis: Reky Arfal

Seorang karyawan PT KAI tengah menjalani vaksinasi COVID-19 (Dokumentasi kementerian BUMN)

JAKARTA – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyebut angka partisipasi masyarakat lanjut usia (lansia) dalam vaksinasi nasional masih rendah. Salah satu faktor penyebabnya adalah masih banyak lansia yang takut disuntik vaksin COVID-19.

Padahal, lansia adalah salah satu kelompok yang rentan terpapar COVID-19. Di samping itu, juga menjadi penyumbang angka kematian cukup tinggi di tanah air.

Pemerintah dalam hal ini menargetkan sebanyak 21.553.118 lansia selesai menerima suntikan vaksin pada tahun ini.

“Kami sekarang sudah mendorong vaksinasi ke lansia, karena masih banyak lansia yang merasa takut, enggan, sungkan datang termasuk anak-anaknya juga ragu mengajak bapak atau ibu untuk suntik. Padahal vaksinasi ini sangat penting untuk melindungi mereka,” kata Budi dalam sambutan peninjauan vaksinasi seniman di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin 19 April 2021.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan per Minggu 18 April 2021 pukul 18.00WIB, lansia yang mendapat suntikan dosis pertama baru berjumlah 2.203.494. Sedangkan 936.963 lainnya sudah selesai mendapat dua dosis vaksin COVID-19.

Pencapaian dosis pertama lansia baru mencapai 10,22%, sementara yang selesai mendapat vaksinasi secara lengkap sebesar 4,35% selama dua bulan terakhir.

Sebelumnya, Menkes juga menyayangkan progres penyuntikan vaksin pada lansia yang berjalan pelan ketimbang progres vaksinasi yang menyasar petugas pelayanan publik. Padahal, sasaran vaksinasi lansia dan pelayanan publik berjalan paralel sejak pertengahan Februari lalu, tapi hasil dari keduanya berbeda.

Pada kesempatan ini, Budi menyebut salah satu upaya pemerintah mendorong dan mengakselerasi vaksinasi lansia adalah dengan melakukan vaksinasi pada pelaku kesenian dan budayawan.

Pasalnya, pelaku kesenian dan budayawan ini, adalah kelompok orang yang kerap ditonton di layar televisi. Dengan vaksinasi, Budi berharap mampu menyampaikan pesan vaksinasi secara baik kepada khalayak luas, terutama lansia.

Sebelumnya, Juru Bicara Vaksinasi dari Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi memastikan sebanyak 60% ketersediaan vaksin COVID-19 di bulan April yang berjumlah sekitar 7 hingga 11 juta dosis akan dialokasikan untuk program vaksinasi lansia di Indonesia.

Kemenkes, kata Nadia, akan menggenjot vaksinasi lansia dengan membuka beberapa sentra vaksinasi atau vaksinasi massal yang dibantu beberapa pihak dari swasta.

Salah satu bentuk upaya Kemenkes adalah dengan program vaksinasi anak muda dengan syarat membawa dua lansia untuk ikut divaksinasi. Meski program itu saat ini dilakukan hanya di kota besar seperti DKI Jakarta. (RCS)