Mundur Lagi, Anak BUMN Wika Realty Tunda IPO ke 2023

15 April 2021 08:48 WIB

Penulis: Reza Pahlevi

Gedung BUMN PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) / Wika.co.id

JAKARTA – Rencana penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) anak usaha PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), PT Wika Realty, kembali mundur ke 2023. Hal ini disebabkan masih belum stabilnya sektor pariwisata selama pandemi COVID-19 berlangsung.

“Dua tahun (2021-2022) ini diharapkan pandemi sudah berakhir, kemudian upgrade hotel ini sudah membaik hingga memberikan pendapatan bagi Wika Realty, sehingga kita merencakan IPO di tahun 2023 awal,” ujar Direktur Utama Wijaya Karya Agung Budi Waskito dalam webinar virtual, Rabu, 14 April 2021.

Di 2021, WIKA akan fokus menyelesaikan holding hotel bersama empat Badan Usaha Milik Negara lainnya, yaitu PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA), PT Hotel Indonesia Natour (Persero), PT Pertamina (Persero), dan PT Pegadaian (Persero).

Adapun, holding ini melibatkan 22 hotel milik kelima perusahaan tersebut. Agung mengatakan total aset dari 22 hotel tersebut mencapai Rp4,7 triliun.

“Sampai saat ini, kita dalam masa pembentukan SPV (special purpose vehicle) di masing-masing (BUMN) dan kita harapkan Mei ini mulai selesai dan bisa launching holding di Wika Realty,” tambahnya.

Selama 2021 hingga 2022, Wika Realty berencana akan melakukan renovasi untuk beberapa hotel dalam holding tersebut. Lalu, perusahaan juga akan meningkatkan beberapa hotel bintang 3 yang sudah ada menjadi bintang 4 atau bintang 5.

13 Januari lalu, pihak Wijaya Karya sempat menyebut ada peluang Wika Realty IPO di 2022. IPO ini dilakukan setelah proses pembentukan holding selesai. Sayangnya, kondisi sektor pariwisata yang belum stabil sepertinya menunda rencana ini.

Usai IPO, WIKA akan mempertahankan kepemilikan mayoritas di Wika Realty sebesar 55%. Dari rencana tersebut diharapkan pendapatan dari hotel dapat berkontribusi mencapai 10%-15% dari yang sebelumnya hanya 5%-6% terhadap kinerja Wijaya Karya. (RCS)

Berita Terkait