Paling Moncer, Industri Farmasi Jadi Primadona di Sektor Nonmigas

JAKARTA – Pandemi COVID-19 memberikan berkah tersendiri bagi sebagian kecil industri Tanah Air. Di saat hampir semua industri gigit jari, industri kimia, farmasi dan obat tradisional (IKFT) justru paling bersinar di antara sektor nonmigas lainnya.

Tak sendiri, IKFT menjadi bagian dari empat industri yang justru menuai berkah saat pandemi. Keempatnya adalah IKFT, industri logam dasar, industri pengolahan lainnya, dan industri makanan dan minuman (mamin).

“Tak bisa dimungkiri, sektor IKFT akan jadi penopang utama pertumbuhan ekonomi tahun ini,” kata Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional Kemenperin, Dody Widodo dalam acara virtual, Kamis, 19 November 2020.

Pada Kuartal III-2020, kinerja sektor IKFT tumbuh hingga 14,96% year on year (yoy). Sedangkan industri logam dasar tumbuh 5,19%, industri pengolahan lainnya naik 1,15%.

Industri mamin tumbuh sebesar 0,66%. Kendati secara tahunan industri mamin tetap tumbuh, namun pada kuartal III-2020 mengalami penurunan.

Dody juga menyampaikan bahwa sektor dengan penurunan yakni adalah industri alat angkutan. Di mana sektor ini mengalami kontraksi sebesar 29,98%.

Meski secara keseluruhan masih lesu, kabar baik datang dari transaksi ekspor pada kuartal ketiga tahun ini.

Tercatat, ada lima sektor industri dengan nilai ekspor terbesar antara lain mamin, senilai US$21,38 miliar, logam dasar sebesar US$16,96 miliar, IKFT US$9,54 miliar.

Lalu ada industri barang dari logam, elektronik, optic dan peralatan listrik sejumlah US$9,11 miliar, serta tekstil dan pakaian jadi senilai US$8,01 miliar.

Tags:
farmasi dan obat tradisional (IKFT)HeadlineIFKTindustri farmasiindustri kimiaindustri obat tradisionalsektor nonmigas
Ananda Astri Dianka

Ananda Astri Dianka

Lihat Semua Artikel ›

%d blogger menyukai ini: