Optimistis Saja Tidak Cukup, UMKM Tetap Butuh Modal Kerja

January 12, 2021, 01:34 PM UTC

Penulis: Aprilia Ciptaning

Pekerja menyelesaikan proses pembuatan produk olahan jahe di industri rumahan kawasan Bugel, Kota Tangerang, Banten, Jum’at, 2 Oktober 2020. Produk Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) olahan jahe yang dijadikan sirup, serbuk dan permen jahe ini mendapatkan berkah ditengah pandemi, produksi dan penjualan meningkat tajam. Produk berbahan jahe menjadi tren dikalangan warga ditengah wabah corona. Warga mencari sirup olahan jahe untuk menjaga stamina dan imunitas tubuh disaat pandemi Covid-19. Produk olahan jahe ditempat ini dijual dari harga Rp3 ribu hingga Rp35 ribu per buah. Foto : Panji Asmoro/TrenAsia

JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menyebut pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) optimistis menyambut pemulihan ekonomi 2021.

Hal ini terlihat dari BRI Micro & SME Index (BMSI) per November 2020 di mana 58,2% pelaku usaha merasakan dampak signifikan atas stimulus subsidi bunga pinjaman BRI. Selain itu, 11,8% pelaku UKM juga mengaku operasional bisnisnya meningkat.

Diketahui, survei ini melibatkan 3.000 responden dari 33 provinsi. Sebanyak 57,9% UMKM pun mengaku bisa membayar pembiayaan setelah memperoleh stimulus subsidi bunga.

“Angka tersebut lebih tinggi 9 persen jika dibandingkan tanpa adanya subsidi bunga,” Direktur Utama BRI Sunarso dalam keterangan resmi yang dikutip TrenAsia.com, Selasa, 12 Januari 2021.

Menurutnya, UMKM merupakan pilar utama pertumbuhan ekonomi Indonesia sehingga stimulus di segmen ini harus disediakan dengan jumlah terjangkau. Oleh karena itu, pihaknya berkomitmen untuk terus menyalurkan berbagai bantuan dan insentif bagi segmen ini.

Di samping itu, Index Sentimen Bisnis (ISB) BMSI juga mencatat, ekspektasi UMKM atas perbaikan kondisi ekonomi mulai meningkat dengan capaian angka 96 per November 2020 lalu.

Pemulihan Kepercayaan

Peningkatan ini menunjukkan pulihnya kepercayaan UMKM, setelah sebelumnya sentimen mereka terhadap pemulihan ekonomi turun hingga level 66,9 dan 71,1 pada kuartal I dan II 2020.

Kemudian, sentiment penciptaan lapangan kerja juga meningkat jika dilihat dari Index Kepercayaan terhadap pemerintah sebesar 126,8 per kuartal III-2020

Meskipun demikian, survei lain yang dilakukan oleh Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) FEB UI pada Desember 2020 menunjukkan, lebih dari separuh penerima stimulus PEN masih membutuhkan tambahan modal kerja.

“Tambahan modal kerja masih dibutuhkan untuk memulihkan bisnisnya ke depan,” katanya.

Sebagai informasi, 92% penerima dana PEN merupakan nasabah pembiayaan mikro BRI dengan plafon pinjaman Rp10 juta sampai Rp100 juta. Sunarso mengatakan bakal memfasilitasi pengajuan modal kerja lewat produk kredit terjangkau dengan proses cepat.

Ia bilang, pelaku UMKM bisa mengajukan langsung pembiayaan secara daring melalui eform.bri.co.id dan kur.bri.co.id tanpa harus datang ke kantor BRI.

Penyaluran kredit PEN 9 kali lipat

Pada program PEN, kredit yang berhasil disalurkan oleh BRI mencapai Rp136,7 triliun. Jumlah tersebut setara sembilan kali lipat dari dana Rp15 triliun yang ditempatkan pemerintah.

Selain itu, bank bersandi BBRI ini juga memberikan subsidi bunga kredit bagi debitur Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) senilai Rp5,46 triliun hingga 16 Desember 2020.

“Jumlah ini setara 76,6 persen dari realisasi nasional senilai Rp7,12 triliun,” kata Sunarso.

Ia mengatakan, komitmen perseroan dalam membantu UMKM juga dalam penjaminan kredit senilai Rp8,34 triliun kepada 13.808 debitur per 27 Desember 2020. Melalui penjaminan ini, kata dia, portofolio kredit UMKM BRI tetap terjaga meski kondisi bisnis mereka tengah terdampak pandemi.

Adapun untuk Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro (BPUM), sebesar Rp18,5 triliun dana sudah disalurkan kepada 7,7 juta debitur di seluruh Indonesia. Penyaluran ini setara 65,2% dari total pagu BPUM, yakni Rp28,3 triliun untuk 11,8 juta debitur.

Sebagai bank yang berfokus pada segmen UMKM, pihaknya akan tetap melanjutkan kontribusi program PEN 2021. Ia pun optimistis, insentif dan relaksasi yang digelontorkan untuk masyarakat berdampak positif bagi ekonomi nasional dan bisnis perusahaan.

Penyaluran KUR dan restrukturisasi kredit

Bank beraset terbesar di Tanah Air ini juga menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro dan Super Mikro sebesar Rp 125,44 triliun hingga 28 Desember 2020.

Secara rinci, KUR Mikro sebesar Rp 116,9 triliun disalurkan untuk 4,35 juta debitur, dan Rp8,54 triliun kepada 972 ribu debitur KUR Super Mikro.

Selain menyalurkan kredit, BRI juga melakukan restrukturisasi kredit kepada debitur terdampak pandemi. Hingga kini, sebesar Rp218,6 triliun telah diberikan untuk merestrukturisasi 2,8 juta peminjam kredit.

Berita Terkait