Oneject, Afiliasi Itama Ranoraya (IRRA) Ekspor 850 Juta Alat Suntik untuk UNICEF

26 Agustus 2021 06:01 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Editor: Sukirno

Petugas mengambil cairan vaksin ke alat suntik saat pemberian vaksinasi tahap II untuk tenaga pendidik, guru, dan dosen di SMA Negeri 70 Jakarta, Rabu, 24 Februari 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA - Produsen alat suntik ADS dan safety needle terbesar di Asia sekaligus afiliasi PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA), PT Oneject Indonesia melakukan ekspor alat suntik sekali pakai kepada UNICEF (United Nations Children's Fund).

Kontrak pembelian dari lembaga bantuan kemanusiaan dan kesehatan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ini diproyeksi sebanyak 850 juta buah ADS hingga akhir tahun 2022. Tahun ini pengiriman akan dilakukan sekitar 300 juta alat suntik.

Direktur Utama Oneject, Jahja Tear Tjahjana menjelaskan, ekspor perdana untuk pembelian dari UNICEF pada tahun ini dilakukan sebanyak 120 juta buah ADS. Di mana, pengirimannya akan dilakukan bersamaan dengan pesanan pembelian dari Kementrian Kesehatan Ukraina.

Pemerintah Ukraina dan Oneject sendiri telah menyepakati pembelian alat suntik ADS sebanyak 30 juta buah pada akhir Juni 2021. Sehingga, total ekspor sebanyak 150 juta buah alat suntik dengan total nilai penjualan mencapai US$10,5 juta, setara Rp151,62 miliar.

“Pengiriman pesanan tahap pertama dari UNICEF dan juga pesanan dari pemerintah Ukraina akan dilakukan bersamaan dan untuk acara seremonial pelepasan ekspor akan dilakukan dalam waktu dekat ini,” ujarnya di Jakarta, Rabu, 25 Agustus 2021.

Penjualan ekspor alat suntik ADS ini bukan kali pertama, sebelumnya Oneject sudah melakukan ekspor ke Italia, Jerman, Nepal, Kuba, Pakistan, Algeria, Kenya, Tanzania, Sri Lanka dan juga penjualan ke lembaga internasional lainnya sejak tahun 2008.

Pada tahun ini, selain UNICEF dan Ukraina, proses negosiasi penjualan juga sedang berjalan dengan negara-negara lain di Afrika, Jerman, Kanada, Srilanka dan India.

Oneject merupakan produsen alat suntik pintar atau smart syringe, yang merupakan gabungan dari safety needle dan ADS. Jenis-jenis produk jarum suntik yang di produksi seperti ADS, smart syringe, safety needle, disposable syringe, and disposable needle.

Produk-produk alat suntik Oneject telah mendapat rekomendasi dari badan kesehatan dunia atau World Health Organization (WHO). Dan mulai tahun 2020, WHO mulai mencanangkan penggunaan alat suntik aman di seluruh dunia.

Sementara itu, di Indonesia sendiri penggunaan alat suntik ADS & Safety Needle di dunia medis masih berkisar di bawah 20%, sisanya masih berupa produk alat suntik Non-ADS.

Adapun produk alat suntik Indonesia dengan TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) yang mencapai 60% mendapat kepercayaan untuk menjadi bagian program vaksinasi global UNICEF dan negara-negara global. 

Sebagai informasi tambahan, tahun ini, UNICEF akan memasok hingga 1 miliar jarum suntik ke berbagai negara berkembang di dunia sebagai bagian program vaksinasi Global untuk CoVID-19.

Jahja Tear Tjahjana juga mengungkapkan pemberian vaksinasi sebagai upaya untuk mengurangi penularan, menurunkan angka kematian dan tercapainya herd immunity yang dilakukan oleh seluruh negara, membuat kebutuhan atau permintaan alat suntik mengalami kenaikan yang ekstrem.

Sebelum adanya pandemi COVID-19 , data WHO mengatakan kurang lebih 16 miliar suntikan diberikan setiap tahun, di mana 5% – 10% untuk vaksinasi dan imunisasi. Sementara dengan adanya pandemi ini, dunia membutuhkan antara 8-10 miliar jarum suntik hanya untuk vaksin COVID-19 saja.

”Inilah yang menjadi tantangan bagi produsen alat suntik global saat ini yaitu bagaimana bisa menyelesaikan dampak dari kenaikan permintaan yang lebih cepat dari peningkatan produksi," imbuhnya.

Ia menambahkan, di tahun ini pihaknya akan menyelesaikan pabrik barunya dengan kapasitas 900 juta, sehingga total kapasitas keseluruhan yang dimiliki sebesar 1,2 miliar alat suntik ADS dan safety needle.

Dengan kapasitas sebesar 1,2 miliar alat suntik ADS dan safety needle per tahun, Oneject memastikan bahwa kebutuhan alat suntik untuk vaksinasi COVID-19 di Indonesia dan untuk kebutuhan lainnya dapat terpenuhi.

Di samping itu, Oneject bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI), juga sedang mempersiapkan produksi kantung darah, untuk kebutuhan kantung darah di Unit Transfusi Darah (UTD), di mana selama ini berasal dari produk impor.

Diharapkan, dengan adanya produksi lokal kantung darah ini, maka PMI dan rumah sakit–rumah sakit atau unit transfusi darahnya, bisa menggunakan kantung darah produksi lokal atau tidak membeli produk impor lagi, sesuai dengan rencana dan kebijakan pemerintah.

Berita Terkait