OmFin Rekomendasi Saham TOWR, ADHI, dan ADRO Saat Investor Domestik Pede Dorong Reli IHSG

08 Februari 2021 06:03 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Gedung Adaro Energy. / Adaro.com

JAKARTA – Berbagai sentimen akan mewarnai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan kedua Februari 2021.

Pada periode 1 Februari 2021 – 5 Februari 2021, IHSG berhasil menguat 4,9% dibandingkan dengan pekan sebelumnya, dan bertahan di atas level psikologis 6.000.

Investor domestik tampak kembali optimistis dengan menguasai 83% komposisi perdagangan selama sepekan.

Sedangkan, data pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih rendah dari ekspektasi, dapat menahan laju pergerakan IHSG.

Melalui gambaran tersebut, CEO Finvesol Consulting Fendy Susianto merekomendasikan tiga saham pilihannya yang layak untuk dicermati pada pekan ini.

Saham tersebut antara lain PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI), dan PT Adaro Energy Tbk (ADRO).

Dengan analisis teknikalnya, ia merekomendasikan beli saham TOWR pada kisaran harga Rp1.030 – Rp1.050 dengan stop (cut) loss level Rp970 sebagai bentuk manajemen risiko. Sementara target jual berada pada kisaran harga Rp1.150 – Rp1.200.

Kemudian, saham kedua yang Fendy rekomendasikan adalah ADHI dengan target beli pada kisaran harga Rp1.350 – Rp1.400 per lembar. Sedangkan, ia menyarankan untuk memasang stop loss level pada harga Rp1.270 per unit.

“Target jual saham ADHI ada di Rp1.700 hingga Rp1.800,” ujar pria yang akrab disapa OmFin tersebut, Senin 8 Februari 2021.

Selanjutnya, saham ADRO direkomendasikan beli pada kisaran harga Rp1.180 hingga Rp1.210 dengan level cut loss pada harga Rp1.140 per lembar saham. Lalu, target jual OmFin pada saham ADRO pada kisaran harga Rp1.350 – Rp1.450.

“Dan ini adalah rekomendasi ya, jadi ada disclaimer. Artinya teman-teman sudah tahu ada risiko trading saham di bursa,” tutur OmFin mengingatkan para investor saham.

Fendi Susiyanto host di program Podcast OmFin Channel (Omongan Investasi dan Financial) /dok TrenAsia
Review Pekan Lalu

Pada pekan sebelumnya, OmFin merekomendasikan tiga saham yang memiliki potensi cuan. Dua di antaranya pun menghasilkan profit cukup besar.

Pada saat itu, ia merekomendasi saham INKP dibeli pada kisaran harga Rp12.600 – Rp12.900 per lembar dengan stop loss level Rp12.000. Target jual yang dituju yaitu Rp14.000 – Rp14.500 per lembar saham.

Hingga akhir perdagangan 5 Februari 2021, saham INKP ditutup pada level Rp13.925 per unit. Bahkan, saham ini sempat melesat hingga level Rp15.500 per lembar pada periode perdagangan pekan lalu.

“Sehingga sudah mencapai target jual di Rp14.500 dan realized profit pada target jual tersebut adalah 12,4 persen dalam waktu seminggu. Selamat bagi yang telah mendapatkan profit,” papar dia, menunjukkan keberhasilan analisisnya.

Yang kedua, OmFin merekomendasikan saham TKIM dengan entry level pada kisaran harga Rp13.000 – Rp13.200 per lembar, dan cut loss level Rp12.400. Sedangkan, target jual pada harga Rp14.500 per lembar.

Hasilnya, saham TKIM ditutup pada level harga Rp15.825 per lembar pada akhir sesi perdagangan, Jumat 5 Februari 2021. Saham emiten produsen kertas ini bahkan sempat menyentuh level Rp17.000 per lembar.

“Dengan begitu, kita membukukan profit pada target jual Rp14.500 sebesar 9,85 persen. Ini juga daging semuanya,” ucap pria yang juga merupakan host OmFin Channel di TrenAsia.com itu.

Terakhir, ia merekomendasikan untuk membeli saham LSIP pada kisaran harga Rp1.300 – Rp1.335 per unit dengan stop loss level Rp1.250. Target jual saham emiten perkebunan ini berada pada harga Rp1.500 per lembar.

Pada akhir perdagangan pekan lalu, saham LSIP ditutup pada level Rp1.320. Sehingga, terdapat unrealized loss tipis 1,12%.

“Itulah tiga saham rekomendasi OmFin pekan lalu. Jangan lupa, terus investasi. Cuan party, enggak cuan ngopi,” tutup OmFin. (SKO)

Berita Terkait