Olimpiade Tokyo Terancam Batal, Jepang Berpotensi Kehilangan Rp229 Triliun

26 Mei 2021 15:09 WIB

Penulis: Muhamad Arfan Septiawan

Olimpiade Jepang REUTERS/Naoki Ogura

JAKARTA – Pemerintah Jepang berpotensi kehilangan US$16 miliar atau setara Rp229,22 triliun (asumsi kurs Rp14.326 per dolar Amerika Serikat) bila perhelatan Olimpiade dibatalkan tahun ini.

Melansir Reuters, Olimpiade Musim Panas Tokyo diagendakan mulai digelar pada 23 Juli 2021.

Kendati demikian, ekonom eksekutif Nomura Research Takahide Kiuchi menyebut kerugian Jepang bakal lebih tinggi lagi bila terjadi penyebaran COVID-19 akibat perhelatan Olimpiade.

“Jika Olimpiade memicu penyebaran virus COVID-19 dan memaksa pemberlakuan keadaan darurat nasional, maka kerugian ekonomi akan jauh lebih besar,” kata Takahide seperti dikutip Reuters, Rabu, 26 Mei 2021.

Seperti diketahui, Jepang tengah mengalami tren kenaikan kasus positif COVID-19 sebulan terakhir. Otoritas setempat melaporkan tingkat okupansi tempat tidur rumah sakit telah mencapai 96% akibat adanya kenaikan pasien COVID-19.

Gelombang protes penyelenggara Olimpiade pun datang dari masyarakat Jepang. Menurut laporan Nikkei Research, sebanyak 70% masyarakat Jepang meminta penyelenggaraan pesta olahraga dunia itu dibatalkan.

Tidak hanya itu, kalangan korporasi Jepang juga diketahui mendorong Olimpiade Tokyo tidak diselenggarakan.

Dalam survei yang sama, sebanyak 37% perusahaan mengaku mendukung pembatalan Olimpiade. Sementara 32% perusahaan lainnya ingin Olimpiade ditunda.

Ekonomi Jepang tercatat masih terpuruk di tiga bulan pertama 2021. Otoritas Jepang melaporkan ekonomi Jepang harus terkontraksi 5,1% year on year (yoy) pada kuartal I-2021. (LRD)

Berita Terkait