OJK Targetkan Penghimpunan Dana di Pasar Modal Tembus Rp200 Triliun Akhir 2021

30 Agustus 2021 23:05 WIB

Penulis: Laila Ramdhini

Editor: Laila Ramdhini

Awak media mengamati monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 3 Agustus 2020. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 2,78 persen atau 143,4 poin ke level 5.006,22 pada akhir sesi Senin (3/8/2020), setelah bergerak di rentang 4.928,47 – 5.157,27. Artinya, indeks sempat anjlok 4 persen dan terlempar dari zona 5.000. Risiko penurunan data perekonomian kawasan Asean termasuk Indonesia menjadi penyebab (IHSG) terkoreksi cukup dalam hari ini. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan penghimpunan dana (fund raising) di pasar modal Indonesia bisa mencapai Rp200 triliun pada akhir tahun ini. Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan pembiayaan pasar modal menjadi sumber pertumbuhan ekonomi di tengah pandemi COVID-19 yang membatasi mobilitas masyarakat.

"Kami perkirakan sampai akhir tahun penghimpunan dana di pasar modal ini sudah bisa mencapai Rp200 triliun. Ini adalah angka luar biasa karena hanya pernah terjadi di tahun 2017," kata Wimboh dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Senin, 30 Agustus 2021.

Dengan begitu, Wimboh menegaskan akan terus mendorong para emiten untuk mengeluarkan pembiayaan melalui pasar modal agar sumber baru pertumbuhan ekonomi bisa dioptimalkan.

Dengan demikian, penghimpunan dana ini bisa memberikan dampak berganda melalui intermediasi, menyerap tenaga kerja, dan mendorong pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB).

Wimboh menjelaskan nilai penghimpunan dana di pasar modal sampai Agustus 2021 telah mencapai Rp136, 9 triliun.

"Sampai akhir tahun untuk pipeline ini ada Rp50,65 triliun dan bahkan mungkin masih bisa akan tumbuh lagi," ucap dia.

Sementara itu, ia menuturkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sudah berada di atas level 6.000. Angka ini sama seperti sebelum COVID-19 pada 2020 dengan volatilitas yang sangat terjaga.

"Ini akan terus kami jaga dan pertahankan agar integritas di pasar modal ini terus terjamin," ujar Wimboh.

Berita Terkait