Kredit dan Pembiayaan ke Sektor Ekonomi Hijau Lampaui Rp800 Triliun

27 Juli 2021 11:48 WIB

Penulis: Ananda Astri Dianka

Editor: Amirudin Zuhri

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Wimboh Santoso saat hadir pada Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 2 September 2020. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menyampaikan, penyaluran kredit dan pembiayaan kepada sektor ekonomi yang berorientasi hijau sudah mencapai lebih dari Rp800 triliun.

“Kita berharap, pembiayaan akan terus berkembang setelah adanya taksonomi hijau yang sudah menjadi salah satu prioritas pada roadmap keuangan berkelanjutan OJK tahap kedua,” papar Wimboh dalam ESG Capital Market Summit, Selasa 27 Juli 2021.

Hingga kini, telah ada penerbitan green bond di Bursa Efek Indonesia oleh PT Sarana Multi Infrastruktur Indonesia (SMI) senilai Rp500 miliar dengan target issued green bond hingga Rp3 triliun.

Kemudian, terdapat penerbitan global sustainability yang juga berbentuk green bond sebesar US$1,92 miliar ekuivalen Rp27,4 triliun di Singapore Exchange oleh Bank Rakyat Indonesia, Bank Mandiri, serta Barito Pacific Indonesia.

Selain itu, OCBC NISP juga telah menerbitkan green bond dan gender bond senilai Rp60 triliun. Penerbitan surat utang ini dilakukan dengan mekanisme private placement dengan International Finance Corporation (IFC).

Wimboh menambahkan, indeks saham Sri-Kehati yang terdiri dari 15 emiten di pasar modal Indonesia telah digunakan oleh 11 manajemen investasi untuk menerbitkan reksadana ESG. Adapun total dana kelolaan atau asset under management (AUM) indeks ini mencapai Rp2,5 triliun. 

Berita Terkait