Lumayan Membaik, Semester I 2021 Kredit Perbankan Bertambah Rp 67,3 Triliun

29 Juli 2021 15:06 WIB

Penulis: Ananda Astri Dianka

Editor: Amirudin Zuhri

Suasana pelayanan video banking dan pengajuan kredit di gerai BCA Mal Gandaria City, Jakarta Selatan, Kamis, 22 Oktober 2020. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat hingga semester I-2021, fungsi intermediasi perbankan terus membaik.  Hal ini tercermin dari tumbuhnya penyaluran kredit sebesar 0,59% year on year (yoy) pada Juni 2021 atau naik senilai Rp67,39 triliun.

“Ini meneruskan tren perbaikan selama empat bulan terakhir seiring berjalannya stimulus pemerintah, OJK, dan otoritas terkait lainnya,” tulis OJK dalam riset terbaru, Kamis, 29 Juli 2021.

Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) kembali mencatatkan pertumbuhan double digit sebesar 11,28% yoy. Dari sisi suku bunga, OJK menilai, transmisi kebijakan penurunan suku bunga telah diteruskan pada penurunan suku bunga kredit ke level yang cukup kompetitif.

Adapun, profil risiko lembaga jasa keuangan pada Juni 2021 masih relatif terjaga dengan rasio non performing loan (NPL) gross tercatat sebesar 3,24% dan NPL net 1,06%. 

Sementara itu, likuiditas industri perbankan sampai saat ini masih berada pada level yang memadai. Rasio alat likuid/non-core deposit dan alat likuid/DPK per Juni 2021 terpantau di atas threshold. 

Sedangkan, permodalan lembaga jasa keuangan juga masih pada level yang memadai. Capital Adequacy Ratio industri perbankan tercatat sebesar 24,33 persen, jauh di atas threshold.

“OJK secara berkelanjutan melakukan asesmen terhadap sektor jasa keuangan dan perekonomian untuk menjaga momentum percepatan pemulihan ekonomi nasional di tengah meningkatnya kasus COVID-19 domestik,” tambah OJK.

 

Berita Terkait