Nilai Transaksi E-Commerce Tembus Rp266 Triliun, Pemerintah Gencarkan e-Smart IKM

26 Oktober 2021 15:09 WIB

Penulis: Aprilia Ciptaning

Editor: Laila Ramdhini

Pekerja menyelesaikan pembuatan produk di kios sentra kerajinan berbahan rotan di kawasan Pondok Gede, Jakarta Timur, Senin, 13 September 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia (trenasia.com)

JAKARTA – Nilai transaksi e-commerce di Indonesia terus tumbuh. Berdasarkan laporan Bank Indonesia (BI), pada tahun lalu saja nilainya mencapai Rp266,3 triliun.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) telah meluncurkan program e-Smart IKM sejak 2017.

Program ini ditujukan untuk mendorong produk-produk IKM nasional berdaya saing global. Strateginya dengan memanfaatkan platform digital seperti e-commerce, website dan media sosial.

Plt. Dirjen IKMA Kemenperin Reni Yanita mengatakan digitalisasi ini penting untuk pemasaran. Menurutnya, transformasi digital yang terjadi saat ini sudah berkembang pesat seiring dengan kebutuhan masyarakat di tengah pandemic COVID-19.

“Kondisi tersebut telah mengubah perilaku konsumen, salah satunya dalam pemilihan saluran pembelian atau belanja konsumen,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Selasa, 26 Oktober 2021.

Reni bilang, sejak 2020, pelaksanaan program e-Smart IKM menjadi bagian dari Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) yang diresmikan oleh Presiden Joko Widodo.

Gernas BBI merupakan sebuah gerakan nasional sebagai bentuk dukungan terhadap industri/produk dalam negeri.

Selain itu, lanjutnya, kampanye Gernas BBI ini juga bertujuan untuk meningkatkan UMKM/IKM onboarding di plaform digital, dengan target sebanyak 30 juta UMKM pada tahun 2023.

Adapun kegiatan yang dilakukan meliputi pendampingan digital marketing, manajemen usaha, dan fasilitasi membership di e-commerce global.

Berita Terkait