Nikmati Commodity Boom, Sri Mulyani : Rasio Utang Indonesia Masih Aman

21 Juni 2022 13:20 WIB

Penulis: Muhammad Heriyanto

Editor: Ananda Astri Dianka

Menteri Keuangan, Sri Mulyani saat mengikuti rapat kerja dengan Bandan Anggaran DPR RI di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa, 31 Mei 2022. (Foto: Ismail Pohan/TrenAsia)

JAKARTA - Rasio utang Indonesia disebut masih berada pada level aman dibandingkan dengan banyak negara lain di dunia. 

Hal ini disebabkan adanya peningkatan penerimaan negara akibat lonjakan harga komoditas global. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan rasio utang pemerintah pada April 2022 mengalami penurunan dengan berada di posisi Rp7.040 triliun atau mencapai 39,9% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

“Dengan penerimaan kuat kita nikmati commodity boom. Rasio utang kita terhadap PDB sebenarnya sekarang turun menjadi 39 persen dari PDB,” jelas Sri Mulyani dalam pantauan di Youtube UniversItas Indonesia (UI) Teve, dikutip Selasa, 21 Juni 2022.

Sri Mulyani mengatakan banyak negara di dunia harus meningkatkan utang secara drastis karena tidak memiliki pilihan. Terutama untuk menangani dampak dari pandemi COVID-19 yang akhirnya menyebabkan defisit anggaran.

“Beberapa negara sudah (mencatatkan rasio utang) di atas 60 (persen), ada yang 80 persen, bahkan 100 persen. Jadi mereka sekarang memiliki rasio utang terhadap PDB yang lebih drastis,” kata mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu.

Siutasi ini menjadi rentan bagi negara berpenghasilan rendah, ditambah dengan meningkatnya inflasi global yang diikuti pengetatan kebijakan moneter.

"Begitu banyak negara berpenghasilan rendah sebenarnya dalam risiko yang sangat mengerikan atau mendekati krisis keuangan,” ujar Sri Mulyani.

Berdasarkan catatan International Monetary Fund (IMF), lebih dari 60 negara berada dalam kondisi yang sangat rentan secara finansial. Menurut Sri Mulyani, dunia perlu merespon masalah ini.

Berita Terkait