Nielsen Indonesia: Televisi dan Media Digital Dominasi Belanja Iklan pada Semester Pertama 2022

15 Agustus 2022 12:00 WIB

Penulis: Feby Dwi Andrian

Editor: Ananda Astri Dianka

(https://www.nielsen.com/wp-content/uploads/sites/2/2021/10/nielsen_default_meta_image_1200x675.jpg)

JAKARTA - Nielsen Indonesia mencatat adanya peningkatan belanja iklan sebesar 7% secara tahunan (year on year/ yoy) pada semester pertama 2022 senilai Rp135 triliun berdasarkan gross rate card.

Televisi masih mendominasi dengan belanja iklan terbesar dengan angka 79,2%, tumbuh lebih dari 8% dengan total belanja iklan mencapai Rp107,5 triliun.

"Untuk saluran televisi dan digital saat ini masih dipercaya publik menjadi kanal yang efektif untuk mempromosikan produknya ke publik. Namun, perbedaan yang signifikan terasa pada FMCG dan e-commerce. FMCG fokus pada televisi sedangkan e-commerce lebih banyak beriklan di digital," ujar Hellen Katherina, Direktur Eksekutif Nielsen Indonesia dalam keterangan tertulis Senin, 15 Agustus 2022.

Sementara itu untuk belanja iklan di ranah digital meningkat 15,2% dengan kenaikan lebih dari 6%.

Sedangkan pembelanja iklan terbesar masih disumbang oleh layanan online dengan total belanja iklan hingga 69% atau sebesar Rp28,5 triliun.

Nielsen juga menaruh perhatian lebih pada produk baru yang keluar di rentang tahun 2019-2022.

Pasalnya jika dibandingkan pada 2019, jumlah poduk baru pada semester pertama 2022 justru lebih kecil, yaitu sebesar 4.334 dari total 13.704 produk yang beriklan.

"Pada semester pertama 2022, pengiklan sudah mulai menunjukkan percaya diri untuk kembali beriklan. Hal ini bisa terlihat dari industri yang perlahan pulih pasca pandemi," tambah Hellen Katherina.

Hellen menambahkan bahwa masih adanya kehati-hatian pada perusahaan untuk meluncurkan produk baru ditambah para pengiklan yang mulai menggunakan strategi campaign yang lebih pendek khususnya pada tema-tema tertentu. 

Berita Terkait