Neraca Perdagangan Agustus 2021 Surplus Rp67,5 Triliun, Tertinggi Sejak 2006

15 September 2021 12:41 WIB

Penulis: Daniel Deha

Editor: Laila Ramdhini

Ilustrasi ekspor-impor. (Pixabay)

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus sebesar US$4,74 miliar setara Rp67,5 triliun (kurs Rp14,242 per dollar AS) pada Agustus 2021.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono mengungkapkan kinerja positif perdagangan tercapai berkat peningkatan ekspor sebesar 20,94% menjadi US$21,42 miliar secara bulanan (mtm) dan impor mencapai US$16,68 miliar atau naik 10,35% dibandingkan Juli 2021.

"Neraca perdagangan barang kita pada bulan Agustus mencatat surplus sebesar US$4,74 milair," ujar Margo dalam konferensi pers vitual di Jakarta Rabu, 15 September 2021.

Margo menyebut surplus perdagangan ini merupakan tertinggi sejak 2006 yang mencapai US$4,56 miliar. Sedangkan ekspor Agustus 2021 merupakan yang tertinggi sejak Desember 2011 sebesar US$18,60 miliar.

Nilai ekspor tinggi salah satunya ditopang oleh kenaikan harga komoditas di pasar global. Harga batu bara, misalnya, meningkat sebesar 11,04%, kemudian sawit naik 6,85%, dan minyak kernel naik 4,66%.

"Kenaikan ekspor karena kenaikan harga dan volume barang. Komoditas ekspor yang tinggi itu minyak sawit, karet dan batubara, dan harganya secara internasional juga mengalami peningkatan," terangnya.

Surplus perdagangan terbesar adalah komoditas lemak dan minyak nabati, bahan bakar mineral, serta besi dan baja.

Sementara itu, ada tiga negara yang menyumbang surplus perdagangan, yaitu Amerika Serikat (US41,51 miliar), India(US$1,05 miliar) dan Filipina (US$584,3 juta).

Sebaliknya, Australia, Thailand dan China menjadi negara yang mengalami defisit perdagangan. Ekspor dan impor dengan Australia turun US$453,9 juta, Thailand turun US$334 juta dan China turun US$175,5 juta.

Margo juga menuturkan catatan surplus perdagangan ini menambah pencapaian Indonesia yang dalam 16 bulan terakhir yang membukukan surplus perdagangan.

"Ini capaian yang bagus. Harapannya surplus tetap terjadi sehingga pertumbuhan ekonomi dapat kembali terjadi," papar Margo.

Secara kumulatif, neraca perdagangan Januari-Agustus 2021 mengalami surplus sebesar US$19,17 miliar.

Margo mengklaim kinerja perdagangan yang tumbuh positif didorong oleh peningkatan mobilitas masyarakat selama periode Agustus 2021.

"Kita melihat perubahan mobilitas penduduk, tentu ini berpengaruh terhadap beberapa indikator ekspor dan impor," katanya.

Berita Terkait