Nekat Ekspor Masker, Siap-Siap Didenda Rp5 Miliar

JAKARTA – Pemerintah secara resmi melarang kegiatan ekspor untuk produk antiseptik, masker, bahan baku masker, dan alat pelindung diri.

Kebijakan yang berlaku mulai tanggal 18 hingga 30 Juni 2020 tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 23 Tahun 2020 tentang Larangan Sementara Ekspor Antiseptik, Bahan Baku Masker, Alat Pelindung diri, dan Masker.

“Apabila terbukti melanggar, akan dikenai sanksi denda paling banyak Rp5 miliar,” ujar Menteri Perdagangan Agus Suparmanto di Jakarta, Rabu (18/3/2020).

Aturan tersebut muncul dilatarbelakangi oleh tingginya harga masker maupun antiseptik di pasaran. Di tengah situasi penyebaran pandemi virus Corona, masyarakat yang mengalami kepanikan menyebabkan permintaan masker semakin tinggi.

Badan Pusat Statistik (BPS) sempat mencatat, ekspor masker kesehatan mengalami lonjakan hingga 34 kali lipat pada Februari 2020.

Sementara itu, jenis antiseptik yang dilarang ekspornya hingga 30 Juni 2020 terdiri atas antiseptik hand rub, hand sanitizer, dan sejenis yang berbasis alkohol, termasuk yang mengandung campuran asam ter batu bara dan alkali.

Kemudian, bahan baku masker yang dilarang meliputi kain bukan tenunan jenis meltblown nonwoven yang tersebut dari filamen buatan dengan berat tidak lebih dari 25 gram per m2, sedangkan larangan ekspor untuk alat pelindung diri, yakni pakaian pelindung medis dan pakaian bedah.

Terakhir, jenis masker yang dilarang ekspornya, antara lain masker bedah dan masker lain yang berbahan nonwoven.

Tags:
Agus SuparmantoCovid-19denda eksporEksporkemendagMaskerVirus Corona
%d blogger menyukai ini: