Negara-Negara G7 Komitmen Donasi 1 Miliar Dosis Vaksin COVID-19

13 Juni 2021 17:03 WIB

Penulis: Reza Pahlevi

Petugas mengambil cairan vaksin ke alat suntik saat pemberian vaksinasi tahap II untuk tenaga pendidik, guru, dan dosen di SMA Negeri 70 Jakarta, Rabu, 24 Februari 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – Negara-negara Group of Seven (G7) yang terdiri atas Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris, dan Amerika Serikat (AS), telah berkomitmen untuk mendonasikan 1 miliar dosis vaksin COVID-19 ke seluruh dunia.

Pengumuman ini keluar setelah Presiden AS Joe Biden mengumumkan negaranya akan mendonasikan 500 juta dosis vaksin COVID-19. Setelahnya, Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson juga mengumumkan negaranya akan mendonasi 100 juta dosis vaksin.

“Kami akan membantu memimpin dunia keluar dari pandemi ini, bekerja sama dengan rekan global kami,” ujar Biden seperti dikutip dari Associated Press, Minggu, 13 Juni 2021. Dirinya juga mengatakan donasi ini menambah 80 juta dosis yang didonasikan AS hingga akhir Juni nanti.

AS berkomitmen akan membeli dan mendonasikan 500 juta vaksin buatan Pfizer yang nantinya didistribusikan lewat aliansi global COVAX untuk 92 negara-negara miskin dan Uni Afrika. Ini berarti AS memberikan suplai pertama vaksin mRNA untuk negara-negara yang paling membutuhkan.

Biden mengatakan 500 juta dosis vaksin ini akan mulai dikirim pada Agustus dan setidaknya 200 juta dosis berhasil didonasikan hingga akhir tahun ini. Sisa 300 juta dosis akan didonasikan pada semester I-2022.

Dengan AS menyumbang 500 juta dosis dan Inggris 100 juta dosis, ini berarti masih ada 400 juta dosis lagi yang belum terpenuhi dalam komitmen ini. Negara-negara G7 lain, Kanada, Prancis, Jerman, Italia, dan Jepang pun juga didesak untuk berkontribusi dalam tujuan ini.

“Dalam pertemuan negara G7 ini saya berharap rekan-rekan pemimpin saya dapat menjanjikan hal yang sama bersama agar kita bisa memvaksinasi dunia di akhir tahun depan dan membangun kembali hidup setelah coronavirus,” ujar Johnson.

Pada Kamis lalu, Presiden Prancis Emmanuel Macron menyambut baik komitmen AS dan mengatakan Uni Eropa harus melakukan hal serupa. Macron menjanjikan Prancis setidaknya dapat mendonasikan 30 juta dosis vaksin hingga akhir tahun ini.

“Uni Eropa perlu punya ambisi yang sama dengan AS, lebih penting juga untuk mengatakan berapa dosis vaksin yang dapat kita berikan bulan depan daripada hanya berjanji hal yang baru dipenuhi 18 bulan ke depan,” ujar Macron.

Butuh Dana Rp718,35 Triliun

Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) mengungkapkan pihaknya telah mengajukan proposal senilai US$50 miliar atau setara Rp718,35 triliun (dengan kurs Rp14.346 per dolar AS) demi mengakhiri pandemi COVID-19.

Dalam rencana ini, IMF dapat memvaksinasi setidaknya 40% masyarakat dunia sampai akhir 2021. Pada semester I-2022, vaksinasi diharapkan dapat mencapai 60% populasi dunia.

IMF mengatakan proposal ini dapat menambah sekitar US$9 miliar (Rp129,31 triliun) untuk ekonomi global pada 2025. Penambahan ini didapat dari kembalinya aktivitas ekonomi yang lebih cepat, dengan negara-negara maju yang paling untung dari sini.

Pandemi COVID-19 telah membunuh lebih dari 3,5 juta populasi dunia hingga saat ini. IMF memperkirakan kondisi ini berisiko besar bagi kedamaian dunia jika tidak ada langkah yang berarti. Risiko ini termasuk kemungkinan meningkatnya tekanan geopolitik dan kerusuhan sosial.

Di Afrika, baru 2% dari total populasi yang sudah divaksinasi. Ini angka yang sangat kecil jika dibandingkan dengan Amerika Serikat yang sudah memvaksinasi 40% populasinya dan Eropa 20%. (LRD)

Berita Terkait