Nasabah di Sumatera Utara Laporkan Bank Muamalat

MEDAN—Nasabah Bank Muamalat Indonesia (Muamalat) mengadukan Pimpinan Bank Muamalat KCP Panyabungan, Mandailing Natal kepada DPR RI. Langkah ini ditempuh lantaran Bank Muamalat dinilai lalai membayar kewajiban nasabahnya. Adapun pengaduan ditujukan kepada Komisi III dan XI serta DPRD Fraksi PDI Perjuangan Provinsi Sumatra Utara.

Sebelumnya, Nirwan Parlaungan, nasabah Bank Muamalat tersebut memiliki deposito sejumlah Rp1,75 miliar. Deposito itu berasal dari tabungan Nirwan dan istrinya. Kedua deposito sama-sama belum dikembalikan dengan tanpa alasan.

“Asal saya tagih, dibilang sabar dulu karena ada persoalan internal di Bank Muamalat. Tapi tak dijelaskan sampai kapan. Dan akhirnya karena sudah kelewat waktu, saya buka aja ke pers dan laporkan ke DPR RI.” jelas Nirwan, Senin (16/3).

Sejak 14 November 2013, Nirwan dan istrinya telah menjadi nasabah Bank Muamalat Panyabungan, Mandaling Natal. Kemudian, pada 27 Januari 2017 Nirwan mendepositokan uangnya sebesar Rp450 juta sedangkan istrinya menyusul melakukan deposito sebesar Rp1,3 miliar.  

Diketahui, masalah internal Bank Muamalat yang dimaksud adalah sehubungan dengan terjadinya praktik penggelapan dalam jabatan. Praktik tersebut dilakukan oleh salah satu karyawan Bank Muamalat secara berlanjut. Akibat kasus tersebut Bank Muamalat menerima kerugian sebesar lebih dari Rp2 miliar.

Namun, dalam pengaduan Nirwan, kasus tersebut terjadi pada September 2019 silam. Untuk itu, dia masih belum mendapatkan penjelasan atas peristiwa yang dialaminya.

Tags:
Bank Muamalatdepositonasabah bank
%d blogger menyukai ini: