Dua Sektor Jadi Primadona, Investasi Sektor Industri Naik Jadi Rp167,1 Triliun

30 Juli 2021 16:01 WIB

Penulis: Aprilia Ciptaning

Editor: Amirudin Zuhri

ilustrasi: penjualan elektronik

JAKARTA – Realisasi investasi di sektor industri mencapai Rp167,1 triliun atau naik 29% year-on-year (yoy) sepanjang semester I-2021. Pada periode yang sama tahun lalu, jumlahnya sebesar Rp129,6 triliun.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyebut, sektor industri telah berkontribusi hingga 37,7% dari total nilai investasi nasional yang mencapai Rp442,8 triliun.

“Ada dua sektor industri primadona yang menjadi penyumbang terbesar,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang dikutip Jumat, 30 Juli 2021.

Pertama, kelompok industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya sebesar Rp57,6 triliun. Kedua, industri makanan yang menyumbang investasi 8,3% atau sebesar Rp36,6 triliun.

Berdasarkan laporan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), nilai penanaman modal dalam negeri (PMDN) dari sektor industri mencapai Rp46,3 triliun atau berkontribusi 21,6% dari total PMDN yang menembus Rp214,3 triliun.

Sementara itu, nilai penanaman modal asing (PMA) dari sektor industri mencapai Rp120,8 triliun atau berkontribusi 52,9% dari total PMA yang menembus Rp228,5 triliun.

Secara rinci, sumbangan PMDN berasal dari investasi industri makanan sebesar Rp14,7 triliun dari 2.644 proyek, kemudian industri kimia dan farmasi Rp8,4 triliun dari 1.074 proyek, serta industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya Rp6,8 triliun atas 643 proyek.

Selanjutnya, industri kertas dan percetakan Rp5,4 triliun dari 615 proyek, industri mineral nonlogam Rp4,7 triliun dari 435 proyek, industri karet dan plastik Rp3,2 triliun dari 765 proyek, dan industri tekstil Rp1,1 triliun dari 614 proyek.

Industri kendaraan bermotor dan alat transportasi lain juga menyumbang Rp678 miliar dari 270 proyek, industri kayu Rp404 miliar dari 516 proyek, industri barang dari kulit dan alas kaki Rp143 miliar atas 101 proyek, industri mesin, elektronik, instrumen kedokteran, peralatan listrik, presisi, optik, dan jam Rp130 miliar dari 471 proyek, serta industri lainnya Rp546 miliar dari 804 proyek.

Adapun untuk PMA, sektor industri yang menyumbang khususnya dari sektor logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya sebesar US$3,4 miliar, makanan US$1,5 miliar, kendaraan bermotor dan alat transportasi lain US$961,2 juta, industri kimia dan farmasi US$818,2 juta, serta industri mesin, elektronik, instrumen kedokteran, peralatan listrik, presisi, optik, dan jam US$371,4 juta.

Berikutnya, investasi industri kertas dan percetakan US$246,8 juta, mineral nonlogam US$220,2 juta, barang dari kulit dan alas kaki US$187,5 juta, tekstil US$163,1 juta, karet dan plastik US$158,7 juta, kayu US$28,2 juta, serta industri lainnya US$141 juta.

Berita Terkait