Naik 215 Persen, Pendapatan Klinko Karya Imaji (KLIN) Capai Rp3 Miliar di Semester I-2022

13 September 2022 16:15 WIB

Penulis: Yosi Winosa

Editor: Yosi Winosa

Karyawan berkatifitas di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, 8 September 2022. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia (trenasia.com)

JAKARTA -Perusahaan produsen alat kebersihan ramah lingkungan, PT Klinko Karya Imaji Tbk (KLIN) membukukan pendapatan Rp3,06 miliar pada semester I-2022, meningkat 215% dari realisasi periode yang sama tahun lalu (year-on-year/yoy) yang berjumlah Rp1,42 miliar.

Direktur Utama KLIN Anggun Supanji. mengatakan pendapatan utama perseroan di tahun 2022 salah satunya ditopang oleh pasar ekspor. Pada Agustus 2022 lalu, KLIN telah mengirimkan satu unit kontainer ke Amerika Serikat, dimana kerjasama ini akan kembali berlanjut sampai dengan akhir tahun 2022. Geliat permintaan pasar domestik dan geliat ekspor yang kembali muncul setelah pandemi mulai melandai di sejumlah negara tujuan ekspor juga menjadi pendorong.

“Laba bersih tahun berjalan KLIN sepanjang paruh pertama 2022 melejit menjadi Rp157,58 juta. Angka ini naik hampir 5 kali lipat dari laba bersih tahun berjalan pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp33,32 juta. Adapun akumulasi saldo laba perusahaan mencapai Rp640,6 juta sampai dengan akhir Juni 2022, naik dari posisi total saldo laba per Desember 2021 sebesar Rp491,8 juta," kata dia dalam laman resmi dikutip Selasa, 13 September 2022.

Menurut Anggun, perusahaan akan kembali mengirimkan 4-5 kontainer ke Amerika Serikat secara bertahap. Kinerja penjualan ekspor KLIN pada Januari-Juni 2022, tercatat sebesar Rp240,3 juta atau naik tiga kali lipat dibanding tahun lalu yang sebesar Rp82,9 juta. 

Target pasar ekspor ini meliputi tujuh negara di kawasan Asia Tenggara, Amerika Utara, Amerika Selatan, Eropa, dan Afrika. Pertumbuhan pendapatan ini terutama ditunjang dari penjualan domestik ke beberapa mitra distributor untuk varian keset lantai, kain pel, lobby duster, serta 16 variasi lainnya.

Ditambahkan, KLIN juga segera meresmikan pabrik baru pada Oktober 2022, sesuai dengan rencana perseroan saat IPO. Penambahan pabrik ini akan berkontribusi pada peningkatan penjualan sebesar Rp8,3 miliar di tahun 2022. Dari jumlah tersebut, KLIN memproyeksikan kontribusi dari kegiatan ekspor meningkat sampai dengan 25%. 

“Ke depannya, pengembangan bisnis KLIN di pasar domestik dan internasional akan fokus pada implementasi strategi distribusi. Salah satunya dengan memperkuat kerjasama ke modern channel, B2B partner, dan e-commerce,” tambah Anggun.

Berita Terkait