Multipolar Technology (MLPT) Milik Grup Lippo Untung Rp82,06 Miliar pada Semester I-2021

13 Agustus 2021 21:35 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Editor: Laila Ramdhini

Manajemen emiten Grup Lippo, PT Multipolar Tbk (MLPL) saat RUPS / Dok. Perseroan

JAKARTA – PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) mencatat kinerja positif pada semester I-2021. Pendapatan serta laba bersih perseroan kompak naik selama periode enam bulan pertama tahun ini.

Menukil laporan keuangan konsolidasi interimnya, Jumat, 13 Agustus 2021, perseroan membukukan penjualan bersih dan pendapatan jasa sebesar Rp1,20 triliun. Angka tersebut naik sekitar 3,89% year-on-year (yoy) dari pada semester pertama 2020, sebesar Rp1,16 triliun.

Penjualan pada perangkat keras dan perangkat pendukungnya menjadi penyumbang utama pendapatan perseroan dengan nilai Rp555,38 miliar. Kemudian, pendapatan dari jasa teknologi sebesar Rp313,70 miliar. 

Selanjutnya, IT outsourcing menyumbang Rp248,15 miliar dari keseluruhan pendapatan MLPT. Lalu, penjualan perangkat lunak sebanyak Rp62,03 miliar dan disusul pendapatan lain-lain sebesar Rp22,08 miliar.

Beban pokok penjualan dan jasa pada periode enam bulan pertama tahun ini naik menjadi Rp1,02 triliun. Sedangkan, pada periode yang sama tahun lalu, realisasi beban bersih perseroan sebesar Rp991,024 miliar.

Dengan catatan tersebut, laba periode berjalan MLPT selama semester pertama 2021 mencapai Rp82,06 miliar. Realisasi ini lebih tinggi sekitar 10,59% secara tahunan dari Rp74,20 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pada periode yang sama, liabilitas perseroan per 30 Juni 2021, tercatat sebesar Rp1,55 triliun atau turun tipis dibandingkan paruh pertama 2020, Rp1,54 triliun. Sementara, ekuitas menurun dari Rp2,42 triliun pada semester I-2020 menjadi Rp2,30 triliun pada awal tahun ini.

Pada pos kas dan setara kas nilainya turun secara tahunan menjadi hanya Rp407,79 miliar dari Rp629,76 miliar. Total keseluruhan aset pun menipis menjadi Rp2,30 triliun pada semester I-2021, dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, Rp2,42 triliun.

Berita Terkait