Mulai Tinggalkan Proyek Jalan Tol, Waskita Karya Refocusing Bisnis ke Jasa Konstruksi

14 Oktober 2021 14:34 WIB

Penulis: Aprilia Ciptaning

Editor: Laila Ramdhini

Gedung Waskita Rajawali Tower dikawasan MT Haryono, Jakarta Selatan. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA - Emiten konstruksi pelat merah PT Waskita Karya Tbk (WSKT) melakukan refocusing bisnis yang lebih mengarah ke jasa konstruksi.

“Sebelumnya, perseroan lebih banyak mengerjakan proyek pengembangan bisnis jalan tol. Ke depan, Waskita Karya akan mengurangi proyek jalan tol,” ujar Direktur Utama WSKT Destiawan Soewardjono dalam Public Expose secara daring, beberapa waktu lalu.

Ia bilang, perseroan akan fokus mendapatkan proyek-proyek konstruksi konvensional, baik di dalam maupun di luar negeri.

Saat ini, lanjutnya, Waskita Karya tengah mengikuti tender atas 16 proyek dengan total mencapai Rp15 Triliun. Kendati tak menjelaskan secara detail, proyek ini berupa EPC serta infrastruktur dari pemerintah.

Adapun refocusing melalui pengurangan proyek jalan tol ini terlihat dari aksi divestasi alias penjualan ruas jalan tol yang gencar dilakukan oleh perseroan.

Pada 2021, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini menargetkan divestasi ruas jalan tol mencapai Rp8 triliun. Sementara itu, hingga saat ini sudah ada empat ruas tol yang selesai didivestasi dengan nilai mencapai Rp6,8 triliun.

Rinciannya, divestasi atas ruas Cibitung – Cilincing senilai Rp2,44 triliun pada 1 Oktober 2021,  ruas Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi senilai Rp824 miliar pada April 2021. Kemudian, ruas Batang-Semarang dan Cinere-Serpong diselesaikan pada Juni 2021 dengan dana yang diraup mencapai Rp3,57 triliun.

Penjualan tol lainnya pun akan dilanjutkan hingga 2024. Dari 13 ruas tol yang disiapkan, masih ada sembilan ruas tol lagi yang belum dilego. Untuk sisa tahun ini, perseroan menyiapkan ruas tol Kuala Tanjung-Tebing Tinggi- Parapat, Bogor-Ciawi-Sukabumi, Depok-Antasari, Pemalang-Batang, dan Krian-Legundi-Bunder-Manyar.

Berita Terkait