PUPR Revitalisasi Bendungan Cengklik Boyolali Rp35 Miliar

29 Juli 2021 00:03 WIB

Penulis: Reza Pahlevi

Editor: Laila Ramdhini

JAKARTA – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menginstruksikan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo untuk mempercepat revitalisasi dan penataan kawasan Bendungan Cengklik di Boyolali, Jawa Tengah.

Program ini bertujuan untuk memaksimalkan fungsi utama bendungan sebagai tampungan air dan irigasi sekaligus peremajaan Bendungan Cengklik yang dibangun pada masa pemerintahan Hindia-Belanda sekitar 1923-1931.

“Di kawasan Bendungan Cengklik ini kalau kita lihat sudah banyak warung-warung yang berdiri di area tubuh bendungan serta aktivitas pertanian pasang surut. Hal-hal itu menjadi faktor penyebab bendungan tidak sehat,” ujar Basuki dalam keterangan resmi, Rabu, 27 Juli 2021.

Kepala BBWS Bengawan Solo Agus Rudyanto menyampaikan program tersebut mulai  dilaksanakan tahun ini juga target proses lelang bulan Agustus. Anggaran program akan bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) senilai Rp35 miliar.

"Dalam proses revitalisasi nantinya, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, sehingga memerlukan dukungan penuh dan kolaborasi dari berbagai pihak terkait, termasuk elemen masyarakat," ujar Agus.

Kegiatan revitalisasi dan penataan kawasan yang dikerjakan berupa  pemeliharaan rutin pengambilan aceng gondok dengan harvester, remedial Bendungan Cengklik, serta penataan warung dan kawasan wisata.

Lalu, dilakukan juga pekerjaan lansekap dan zonasi bendungan, penataan zonasi karamba jaring apung, pengukuran bathimetri serta manajemen pengelolaan sampah di lingkungan waduk.

BBWS Bengawan Solo juga melakukan operasional pemeliharaan rutin secara berkala, remedial di hulu bendungan, pemberdayaan masyarakat melalui pembentukan komunitas peduli waduk, penyusunan AMDAL, dan penyusunan serta sosialisasi Rencana Tahunan Operasi Waduk.

Bendungan Cengklik memiliki kapasitas tampung 9,87 juta m3 dengan fungsi utama sebagai sumber air irigasi lahan pertanian seluas 1.041 hektare.

Bendungan yang berlokasi di dekat Bandara Adi Soemarmo, Kecamatan Ngemplak, Boyolali ini juga dimanfaatkan sebagai destinasi wisata dan budidaya ikan.

Bendungan Cengklik didesain tipe urugan tanah homogen dengan panjang puncak 750 meter dan lebar mencapai 4 meter. Konstruksi bendungan dilengkapi dengan tiga bangunan intake, yakni intake utama berupa menara dengan 2 pintu air tipe butterfly valve, serta pintu sorong pada bagian intake kiri dan kanan.

Berita Terkait