Mulai Hari Ini, BNI Rogoh Kocek Rp1,7 Triliun untuk Buyback Saham

22 Juli 2021 10:30 WIB

Penulis: Ananda Astri Dianka

Editor: Rizky C. Septania

Karyawan beraktivitas di salah satu cabang Bank Negara Indonesia (BNI) di Jakarta, Rabu, 23 Juni 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) memulai pembelian kembali saham (buyback) mulai hari ini hingga 21 Oktober 2021.

Dalam aksi kali ini, perseroan telah merogoh kocek sebanyak-banyaknya Rp1,7 triliun untuk buyback yang berasal dari kas internal perseroan. 

“Perseroan meyakini, pembelian kembali saham tidak mempengaruhi kondisi keuangan karena sampai dengan saat ini, perseroan mempunyai modal yang memadai untuk membiayai kegiatan usaha,” jelas manajemen BBNI dalam prospektus di Bursa Efek Indonesia, Rabu 21 Juli 2021.

Sesuai dengan SEOJK No. 3/SEOJK.04/2020, jumlah saham yang akan dibeli kembali tidak akan melebihi 20% dari jumlah modal disetor. Dengan ketentuan paling sedikit saham yang beredar adalah 7,5 dari modal disetor perseroan.

Usut punya usut, buyback saham dilatarbelakangi oleh lonjakan kasus COVID-19 dan kembali menembus level di atas 10 ribu kasus per hari sejak 17 Juni 2021. Menyusul hal itu, indeks harga saham gabungan (IHSG) terpantau cenderung bergerak fluktuatif.

Hingga akhirnya pergerakan pasar berdampak pada saham BNI yang mengalami penurunan signifikan mencapai - 25.0% year to date (ytd) ke level Rp4.630 per 30 Juni 2021. 

Tekanan jual di pasar akibat sentimen COVID-19 tersebut membuat saham BNI undervalued dengan Price to Book Value (PBV) per 30 Juni 2021 sebesar 0,75x atau telah jauh berada di bawah rata-rata PBV selama 10 tahun yang sebesar 1,60x.

Berita Terkait