MRT Jakarta Mulai Beroperasi Resmi di Akhir Maret 2019

TrenAsia (TA) -

JAKARTA. MRT Jakarta akan mulai beroperasi secara resmi pada akhir Maret 2019. Sebelum itu, MRT Jakarta akan memasuki fase full trial run atau uji coba publik mulai 12 Maret 2019.

Dalam siaran pers yang diterima TrenAsia.com, uji coba ini akan berlangsung hingga peresmian operasional MRT pada minggu terakhir 2019. Pada masa uji coba, masyarakat umum dapat mencoba moda transportasi MRT Jakarta dengan melakukan pendafaran terlebih dahulu pada website MRT Jakarta.

Alamat website untuk pendaftaran uji coba MRT Jakarta belum diinformasikan. Segala prosedur dan ketentuan yang diberlakukan pada saat Full Trial Run merupakan kewenangan mutlak dari PT MRT Jakarta.

Kehadiran MRT Jakarta diharapkan tidak hanya akan meningkatkan mobilitas masyarakat, tapi juga akan memberikan manfaat tambahan, seperti perbaikan kualitas udara dan mendorong perubahan gaya hidup masyarakat yang beralih dari penggunaan kendaraan pribadi ke transportasi publik.

Jika sudah beroperasi penuh, MRT Jakarta juga akan menggandeng mitra usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di sejumlah stasiun MRT Jakarta.

Direktur Pengembangan dan Dukungan Bisnis PT MRT Jakarta, Ghamal Peris, dan Deputi Pemasaran Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) Indonesia, Joshua Puji Mulia Simandjuntak mengatakan, MRT Jakarta telah menyiapkan lima stasiun strategis untuk ditempati oleh 16 gerai UMKM.

Kelima stasiun tersebut adalah Stasiun Lebak Bulus dengan enam gerai UMKM, Stasiun Fatmawati dengan enam gerai UMKM, Stasiun Haji Nawi dengan satu gerai UMKM, Stasiun Blok A dengan satu gerai UMKM, dan Stasiun Dukuh Atas dengan dua gerai UMKM.

Penentuan UMKM dilakukan melalui proses seleksi bekerjasama dengan kurator Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) RI. Tahapan pengumuman dan pendaftaran akan dimulai pada bulan Januari 2019 lalu dan diharapkan pada 18 Februari 2019 seluruh UMKM yang akan menempati stasiun MRT Jakarta telah ditetapkan dan ketika MRT Jakarta beroperasi pada Maret 2019, gerai ini pun telah beroperasi.

“16 gerai UMKM ini terdiri dari delapan gerai kuliner, lima gerai mode (fashion), dan tiga gerai kriya (kerajinan tangan),” ungkap Ghamal.

Ada beberapa kriteria awal yang dipergunakan untuk memilih mitra UMKM di antaranya adalah UMKM yang belum memiliki waralaba, hanya dari kategori sektor kuliner, fesyen, dan kriya, milik warga negara Indonesia, tidak memiliki toko di pusat perbelanjaan kategori A dan tidak menggunakan peralatan membahayakan area stasiun.

Mitra juga harus memiliki laporan keuangan toko atau jenama (brand) selama satu tahun terakhir dan siap membuka gerai sejak pukul 05.00 pagi hingga 22.00 malam.(*)