MRT Jakarta dan JIEP Bangun Depo dan Jalur Kereta Berorientasi TOD di Kawasan Pulogadung

01 September 2021 20:32 WIB

Penulis: Aprilia Ciptaning

Editor: Amirudin Zuhri

Suasana jumlah penumpang menurun selama penerapan PSBB di MRT Jakarta. / Dok. PT MRT Jakarta

JAKARTA -  PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta dan PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP) menjalin kerja sama pembangunan depo MRT Jakarta dan kawasan berorientasi transit.

Proyek yang dikerjakan di kawasan industri Pulo Gadung ini memiliki jalur sepanjang 31 km, menghubungkan Kalideres dan Ujung Menteng serta terdiri dari 22 stasiun.

Adapun penandatanganan MoU dilakukan langsung oleh Direktur Utama MRT Jakarta William Sabandar dan Direktur Utama Jakarta Industrial Estate Pulogadung Landi R. Mangaweang. Di samping itu, acara disaksikan oleh Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Syafrin Liputo.

William Sabandar menyampaikan, penandatanganan ini merupakan sinergi bersama mewujudkan kawasan Transit Oriented Development (TOD).

“Proyek kerja sama meliputi jalur timur—barat koridor Kalideres—Ujung Menteng, termasuk sistem transportasi terintegrasi di dalam kawasan industri Pulo Gadung,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu, 1 September 2021.

Sebagai BUMD, lanjutnya, diharapkan sinergi ini menjadi opportunity bagi seluruh pihak, salah satunya didedikasikan untuk lokasi lahan Depo. Pada pembangunan Fase 1 sebelumnya, William menyebut kehadiran MRT Jakarta telah menciptakan multiplier effect.

Kawasan Industri Pulogadung diklaim akan menjadi sebuah kawasan high added yang diisi oleh beberapa fasilitas dan prasarana modern seperti kondominium, rusunawa, hingga ruang terbuka hijau terbesar di Jakarta.

Moda transportasi tersebut diharapkan bisa mempermudah akses bagi para pekerja, tenant dan investor untuk menuju Kawasan Industri Pulogadung.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Syafrin Liputo juga menyampaikan dukungan akan kerja sama ini.

“Saat ini, Jakarta sedang begitu gencarnya melaksanakan pembangunan sistem transportasi yang diintegrasikan dengan tata ruang. Angkutan perkeretaapian menjadi backbone. Kerja sama ini tentu merupakan awal yang baik,” ungkapnya.

Ia berharap, sejalan dengan pengembangan kawasan ini JIEP melalui MRT Jakarta segera berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan RI agar kawasan ini dapat menjadi kawasan transit oriented development.

Berita Terkait