Moncer, Kredit Bank Jago Terbang 695 Persen Hingga Juni 2021

26 Juli 2021 13:01 WIB

Penulis: Ananda Astri Dianka

Editor: Amirudin Zuhri

Mitra Driver Gojek menunggu customer di dekat logo Bank Jago di kawasan Mega Kuningan, Jakarta, Selasa, 16 Februari 2021. Foto: Panji Asmoro/TrenAsia

JAKARTA – PT Bank Jago Tbk (ARTO) mencatatkan lesatan pertumbuhan kredit sebesar 695% year on year (yoy) senilai Rp2,17 triliun pada Juni 2021. Secara kuartalan (qtq), kredit meningkat 68%. Sementara, kredit tumbuh 139% year to date (ytd).

“Dari sisi nominal memang belum besar karena kami baru memulai ekspansi setelah rights issue II pada April 2021. Namun demikian, kami tetap bersyukur, selama pandemi, kami masih bisa mengoptimalkan fungsi intermediasi dengan tetap menjaga prinsip kehati hatian,” Direktur Utama Bank Jago, Kharim Siregar dalam siaran pers, Senin 26 Juli 2021.

Dari aspek kualitas kredit, Bank Jago mampu mencetak rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) di level 0%. Dengan NPL sangat rendah, Bank Jago tak memerlukan pencadangan dalam jumlah besar sehingga mampu menekan biaya kredit (cost of credit).

Ciamiknya penyaluran kredit  disebabkan oleh masifnya ekspansi yang dilakukan perseroan. Dalam kurun tiga bulan terakhir, perseroan berhasil meningkatkan penyaluran kredit dan memperluas kolaborasi dengan digital ekosistem.

Kolaborasi diwujudkan melalui kerjasama dengan sejumlah perusahaan peer to peer (P2P) lending, multifinance, digital ekosistem dan integrasi aplikasi dengan platform investasi Bibit serta super app Gojek.

“Kolaborasi mendalam dengan ekosistem menjadi kesempatan bagi Jago untuk memperluas penetrasi pasar sekaligus memberikan pengalaman baru bagi nasabah dalam mengakses layanan bank,” jelas dia.

Integrasi aplikasi Jago dengan Bibit sendiri terwujud pada 5 Juli lalu, dan dilanjutkan dengan integrasi aplikasi Gojek pada 22 Juli. 

“Ini menjadi game changer yang akan membawa bank dan ekosistem digital ke level lebih tinggi. Berbagai bentuk kolaborasi dan integrasi akan memberikan manfaat kepada nasabah dan tentu pada akhirnya akan berdampak positif ke kinerja Bank Jago,” katanya.

Sementara itu, kolaborasi dengan fintech lending direalisasikan dalam bentuk kerjasama pembiayaan (partnership lending). Saat ini Bank Jago telah menjalin kemitraan dengan Akseleran, BFI Finance, Logisly, Adakami dan beberapa mitra lainnya.

“Kolaborasi ini tentu akan terus diperluas. Bersama para mitra, kami berupaya menciptakan akses keuangan ke para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah serta masyarakat luas. Dengan meningkatkan pembiayaan, kami ingin berkontribusi dalam pemulihan ekonomi akibat pandemi,” ujar Kharim.

Berita Terkait