Momen Ramadan, Tokopedia Pacu Industri Fesyen Muslim

Perkembangan industri fesyen muslim di Indonesia yang mengalami perkembangan pesat mendapat dukungan oleh perusahaan belanja daring Tokopedia melalui kampanye RamadanBanggaLokal.

Dalam kampanye tersebut, Tokopedia mengajak serta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Kementerian Perindustrian (Kemenperin), dan para pelaku industri fesyen muslim lokal. Upaya ini disebut untuk membantu menggerakkan roda perekonomian syariah di tengah pandemi COVID-19.

The State Global Islamic Economy Report tahun 2019-2020 mencatat, Indonesia menduduki peringkat tiga sebagai negara yang mengembangkan fesyen muslim terbaik di dunia setelah Uni Emirat Arab dan Turki.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio, mengatakan, produk lokal, salah satunya fesyen muslim, merupakan contoh produk ekonomi kreatif yang dapat berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional di tengah pandemi.

“Dengan menyatukan semangat antara pemerintah dan pelaku industri melalui kampanye #RamadanBanggaLokal, kita bisa mendukung tumbuh kembang para pegiat UMKM di industri fesyen muslim sekaligus meningkatkan rasa bangga masyarakat Indonesia terhadap produk fesyen muslim lokal,” kata dia dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu 13 Mei 2020.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan bahwa kinerja ekspor industri pakaian jadi sepanjang 2019 mencapai US$8,3 miliar dan pada Januari-Februari 2020, ekspor industri pakaian jadi menyentuh angka US$1,38 miliar.

“Kampanye ini adalah upaya bersama untuk memajukan industri pakaian secara daring, dalam kesempatan ini fesyen muslim, sekaligus menjaga perputaran roda ekonomi syariah selama pandemi,” tambah dia.

Melalui kerja sama dengan Tokopedia, para pengusaha fesyen muslim lokal dapat memanfaatkan platform marketplace untuk menjual produk fesyen muslim secara daring, mulai dari pakaian muslim hingga perlengkapan ibadah.

Diketahui, kampanye nasional #RamadanBanggaLokal diadakan pada 13-17 Mei 2020 di Tokopedia dan melibatkan sejumlah pelaku industri fesyen muslim lokal, termasuk Aleza, Nadjani, Kami, Ghaisani, Irsalina, Buttonscarves, RA Hijab, Duha Muslimwear, Ederra, dan lainnya.

Sementara itu, CEO dan Founder Tokopedia William Tanuwijaya, menambahkan, kolaborasi antara Tokopedia dengan Kemenparekraf, Kemenperin, dan pelaku industri fesyen muslim lokal adalah upaya bersama dalam memastikan pertumbuhan industri fesyen muslim tetap terjaga dengan memungkinkan para pebisnis lokal dapat terus berbisnis daring lewat Tokopedia.

Adapun Tokopedia membantu pebisnis fesyen muslim lokal dengan memberikan pendampingan, akses dan edukasi yang dibutuhkan termasuk peningkatan kualitas produksi hingga pemasaran, serta penyediaan fitur-fitur yang dapat membantu penjual menjangkau lebih banyak pembeli melalui Tokopedia.

Pendiri ZytaDelia, Zyta Delia mengaku merasakan manfaat dari penjualan daring, yakni dengan adanya kenaikan omzet setelah melalui masa-masa krisis akibat pandemi.

“Pandemi ini menyebabkan penjualan kami menurun sebesar 40%. Di tengah upaya memastikan lapangan pekerjaan di ZytaDelia tetap terjaga, saya akhirnya mendapatkan kesempatan untuk bergabung menjadi Official Store di Tokopedia,” kata dia.

Di samping itu, Pendiri label Ederra, Indah Ederra mengaku memilih memaksimalkan bisnisnya lewat Tokopedia sejak pandemi. Berawal dari hitungan puluhan produk, Ederra dapat menjual ribuan produk fesyen muslim sekaligus membangun komunitas untuk berkontribusi bagi masyarakat.

“Kami berharap kolaborasi ini dapat mendorong lebih banyak masyarakat untuk terus mendukung keberlangsungan industri fesyen muslim, salah satunya dengan membeli produk-produk yang dihasilkan oleh kreator lokal,” terang Indah. (SKO)

Tags:
Fesyen MuslimIndustri FesyenKemenparekrafkemenperinRamadanTokopedia
%d blogger menyukai ini: