Mirae Asset: INCO dan ANTM Paling Diuntungkan dari Kenaikan Harga Nikel

January 13, 2021, 03:09 PM UTC

Penulis: Fajar Yusuf Rasdianto

Gedung Aneka Tambang (ANTAM) di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai, peningkatan harga nikel dalam bakal menguntungkan Indonesia sebagai produsen nikel terbesar dunia. Dari sentimen positif itu, harga saham emiten-emiten nikel di Indonesia pun bakal terkerk naik tahun ini.

Analis Mirae Asset Hariyanto Wijaya menyebut, ada dua saham yang bakal diuntungkan dari peningkatan harga nikel tersebut. Keduanya, adalah PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO).

“Kami memilih ANTM dan INCO karena emiten ini penerima manfaat dari kenaikan harga nikel seiring dengan naiknya permintaan dari produksi baja dan baterai EV,” terang Hariyanto dalam acara bincang media, Rabu, 13 Januari 2021.

Hariyanto meyakini, ke depan valuasi kedua saham ini bertumbuh seiring peningkatan harga nikel dunia. Sebab prediksinya, harga nikel hingga akhir tahun bakal menyentuh US$20 ribu per metrik ton (MT).

Menurut Hariyanto, ada dua faktor yang menyebabkan harga nikel bakal meningkat tajam tahun ini. Pertama, sikap Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden yang pro terhadap energi hijau. Lalu, permintaan nikel dari China yang cukup tinggi.

“Pesanan pabrik baru China dan ekspor baru untuk pabrik juga naik, dikonfirmasi oleh permintaan yang lebih tinggi untuk produk China dari pasar luar negeri,” kata dia.

Sebagai informasi, pada penutupan perdagangan Selasa, 12 Januari 2021, harga nikel di London Metal Exchange (LME) sempat naik ke harga US$17.891 per ton. Catatan itu kian mendekati harga tertinggi nikel pada September 2019 yang sempat menyentuh US$18.600 per ton.

Seiring dengan peningkatan harga nikel itu, saham INCO dan ANTM juga turut mengalami kenaikan. Hingga Rabu, 13 Januari 2021 pukul 14.00 WIB, saham INCO terpantau melesat 3,4% atau 225 poin ke level Rp6,700 per lembar. Begitu juga dengan saham ANTM yang meroket 11,2% atau 300 poin ke level Rp3.070 per lembar.

Berita Terkait